Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bus Listrik Trans Semarang Mulai Uji Coba, Warga Bisa Naik Gratis di Rute Mangkang–Simpang Lima

Bus BRT Listrik lakukan uji coba. (Dok Pemkot Semarang)

SEMARANG — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mulai melakukan uji coba operasional Bus Listrik Trans Semarang pada Rabu 5 Oktober 2025. Layanan uji coba ini melintasi rute Terminal Mangkang–Simpang Lima pulang pergi (PP), dan masyarakat dapat menaikinya secara gratis selama masa uji coba berlangsung.


Sekretaris Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa peluncuran uji coba ini menjadi langkah awal menuju penerapan armada transportasi ramah lingkungan di ibu kota Jawa Tengah.


“Trans Semarang sedang bertransisi menuju kendaraan berbasis listrik sebagai bagian dari pengembangan koridor hijau. Saat ini baru dua unit bus yang diuji coba, terdiri dari satu bus besar dan satu bus sedang,” ujar Danang.


Bus berukuran besar akan melayani Koridor 1 dengan rute Terminal Mangkang – Jalan Pemuda – Simpang Lima – Terminal Penggaron. Sedangkan bus berukuran sedang akan diuji di koridor dengan kondisi medan yang dinilai sesuai untuk kendaraan listrik.


“Operasional penuh direncanakan tahun depan. Saat ini masih dalam tahap uji coba selama dua minggu hingga satu bulan. Kami berharap masyarakat ikut mencoba agar bisa memberikan masukan terkait performa bus di lapangan,” tambahnya.


Menurut Danang, pengadaan armada bus listrik nantinya akan dilakukan dengan mekanisme lelang beli layanan, bukan pembelian langsung. “Vendor atau konsorsium yang lolos lelang nantinya akan mengelola koridor yang sudah ditentukan,” jelasnya.


Selain menilai efisiensi pengoperasian, uji coba juga bertujuan mengukur daya tahan baterai menghadapi kondisi geografis Kota Semarang yang bervariasi. “Kita perlu melihat kemampuan baterai saat melewati tanjakan agar bisa memastikan bus mampu beroperasi seharian penuh,” ungkapnya.


Bus listrik produksi Surabaya ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 250 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Kapasitas bus besar mencapai 72 penumpang, sedangkan bus sedang menampung sekitar 40 orang.


Dari sisi kenyamanan, Danang menuturkan bahwa desain interior akan disesuaikan agar lebih ramah disabilitas dan nyaman bagi semua penumpang. “Desain kursi akan menghadap ke depan dengan akses lebih mudah bagi penyandang disabilitas tanpa perlu naik ke halte tinggi,” jelasnya.


Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menambahkan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari program koridor hijau yang telah dikaji sejak lama. “Dengan bus listrik, kami berharap tidak ada lagi keluhan soal bus mogok atau asap tebal. Ini langkah nyata menuju transportasi yang lebih bersih dan efisien,” ujarnya.

Untuk pengisian daya, disiapkan dua titik pengecasan cepat (fast charging) di Terminal Mangkang dan Terminal Penggaron. Dalam waktu sekitar 30 menit, baterai bus dapat terisi penuh dan mampu melayani hingga delapan kali perjalanan pulang-pergi setiap harinya. (Adv)




















Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube