SEMARANG — Badan Pengembangan Profesionalisme Sipil (BPPS) Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke PT Trans Marga Jateng Pelajari Operasional & Pemeliharaan Jalan Tol Semarang–Solo.
Kegiatan bagian dari program pembelajaran lapangan bagi mahasiswa sekaligus untuk memahami langsung operasional dan pemeliharaan jalan tol dijalankan.
Rombongan BPPS UNDIP ke PT Trans Marga Jateng (TMJ), pengelola Jalan Tol Semarang–Solo diterima oleh manajemen TMJ di Kantor Plaza Tol Banyumanik.
Direktur Utama TMJ Prajudi menyampaikan, TMJ berkesempatan memberikan paparan terkait pengelolaan operasional jalan tol.
"Mulai dari layanan transaksi, pengendalian lalu lintas, sistem keselamatan, hingga penanganan kondisi darurat," ungkap Prajudi.
Mahasiswa UNDIP juga mempelajari aspek pemeliharaan ruas, termasuk inspeksi rutin, perawatan infrastruktur, manajemen aset, serta inovasi teknologi yang digunakan dalam menjaga standar pelayanan jalan tol.
Lebih jauh ia mengungkap, jika kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi perusahaan dengan dunia pendidikan untuk mencetak SDM yang unggul dan memahami praktik terbaik dalam bidang transportasi dan infrastruktur.
TMJ selalu terbuka mendukung kegiatan kampus, terutama yang dapat memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa.
"Ia berharap kunjungan ini menambah wawasan mahasiswa terkait bagaimana jalan tol dikelola dengan standar keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan," imbuhnya.
Mahasiswi UNDIP berkesempatan mengunjungi Command Center TMJ serta melihat langsung sistem monitoring lalu lintas berbasis teknologi.
Sekaligus, meninjau beberapa fasilitas pendukung seperti gardu tol dan area pemeliharaan.
Mereka mendapatkan penjelasan teknis dari para petugas lapangan mengenai prosedur penanganan insiden, rekayasa lalu lintas, hingga pengukuran kualitas ruas.
"Melalui kegiatan kunjungan kerja ini, TMJ berharap hubungan kemitraan dengan Universitas Diponegoro semakin erat, mampu menciptakan generasi profesional yang memahami pentingnya infrastruktur jalan tol dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi regional," pungkasnya.