DEMAK — Banjir rob yang melanda wilayah Pantura, khususnya Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, memaksa pasangan pengantin melangsungkan akad nikah di depan pabrik. Hal itu terjadi lantaran rumah mempelai wanita terendam air rob setinggi setengah meter dan tidak memungkinkan digunakan untuk menggelar acara pernikahan.
Akad nikah pasangan Aulia Rahmawati Adila dan Amar Ma’ruf berlangsung pada Jumat (20/6) lalu di halaman masjid desa yang letaknya lebih tinggi dan aman dari genangan. Dengan mengenakan sepatu bot, pasangan pengantin berjalan menuju pelaminan sederhana yang sudah dipersiapkan keluarga.
“Kami sudah rencanakan jauh-jauh hari dan sempat pilih waktu yang diperkirakan bebas rob. Tapi ternyata banjir tetap datang, bahkan cukup tinggi,” ujar Aulia saat dikonfirmasi, Minggu (22/6/2025).
Mengingat kondisi lingkungan tidak memungkinkan, pihak keluarga sepakat memindahkan lokasi ke tempat yang lebih tinggi dan dekat dengan rumah mempelai wanita.
Namun demikian, akses ke lokasi acara cukup sulit. Para tamu undangan harus berjalan kaki sejauh ratusan meter, menerjang banjir rob dan kemacetan parah di jalan nasional Pantura. Beberapa kendaraan bahkan mogok di tengah banjir.
“Mobil tidak bisa masuk, tamu-tamu terpaksa jalan kaki. Tapi alhamdulillah acaranya tetap lancar,” kata Mahmud, paman dari mempelai wanita.
Tak hanya mengganggu kelancaran acara pernikahan, banjir rob juga berdampak luas pada aktivitas warga. Beberapa warga harus mendorong motor yang mogok, bahkan ada yang terpaksa berjalan kaki sambil menggendong anak.
“Saya mau ke Semarang, tapi motor mogok. Akhirnya gendong anak jalan kaki,” ungkap Santi, warga terdampak.
Pelajar pun turut terdampak. Karena sulitnya akses transportasi umum, sebagian dari mereka terpaksa menumpang truk agar bisa sampai ke sekolah.
Banjir rob yang sudah berlangsung selama dua pekan ini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Warga berharap ada perhatian lebih dari pemerintah agar permasalahan banjir rob yang berulang tiap tahun ini bisa segera diatasi secara menyeluruh.