Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

37 Naskah Kuno Salatiga Didaftarkan di Database Khastara

PENDATAAN - Forum Group Discussion (FGD) Pemetaan Naskah Kuno diikuti ratusan peserta dari Salatiga dan sekitarnya. (Istimewa)

SALATIGA — Kepala Dinpersip Kota Salatiga, Sri Sarwanti, menyebutkan jpihaknya berhasil mendata 37 naskah kuno. Naskah-naskah itu telah didaftarkan ke database naskah kuno perpustakaan nasional atau Khastara.


"Dari 37 naskah kuno tersebut, lima di antaranya sudah dialih aksara dan dialih bahasakan," kata Sri Sarwanti saat Forum Group Discussion (FGD) Pemetaan Naskah Kuno, Selasa 28 Oktober 2025. 


FGD yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) itu, dibuka Kota Salatiga, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan.


Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Kaloka Lt.4 Gedung Setda Kota Salatiga ini dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga, dan tamu undangan lainnya. 


Disampaikan Kepala Dinpersip Kota Salatiga, Sri Sarwanti, FGD sendiri bertujuan menginformasikan peta data dan memaparkan isi naskah kuno. 


Diikuti 200 peserta, pemetaan Naskah Kuno yang ditemukan di Kota Salatiga, mengajak masyarakat untuk mendayagunakan naskah kuno.


"Peserta terdiri dari akademisi, mahasiswa, MGMP Bahasa Jawa SMP/SMA/SMK, Komunitas Kesejarahan, Pegiat Budaya, Pegiat Naskah Kuno, Pegiat Literasi, serta perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga," ungkap Sri Sarwanti. 


Sementara, ‎Wali Kota Salatiga Robby Hernawan berharap agar FGD ini dapat memunculkan identitas kuno Kota Salatiga melalui naskah-naskah yang ditemukan.

"Pemkot Salatiga akan mendukung sepenuhnya kegiatan pelestarian naskah kuno baik melalui forum sosialisasi, pendataan, dan identifikasi, alih aksara, alih bahasa, bahkan digitalisasi serta menyelenggarakan FGD seperti ini," terang Robby. 


Sebab, aku dia, pelestarian naskah kuno adalah bagian dari menjaga jati diri dan kebijaksanaan lokal Salatiga.


Dalam pelestarian naskah kuno pada era digitalisasi ini tentunya akan mempermudah masyarakat untuk mengakses naskah kuno tersebut dengan mudah, bahkan menjadi sesuatu data yang tidak akan hilang. 


Robby menambahkan, naskah kuno bukan sekadar dokumen masa lalu tetapi merupakan sumber inspirasi untuk masa depan. 


"Saya yakin dengan usia 1275 tahun, Kota Salatiga memiliki naskah-naskah kuno yang tersebar di masyarakat. Tidak menutup kemungkinan juga kalau naskah kuno kita nantinya diakui UNESCO sebagai Memory of the World, dari Salatiga kita ikut berkontribusi pada peradaban dan kebudayaan dunia. Dari setiap lembar naskah kuno yang kita rawat tersimpan suara para leluhur agar kita tidak lupa pada akar dan jati diri," paparnya. 


Dalam kesempatan tersebut diserahkan juga piagam penghargaan kepada Gunawan Herdiwanto, Panji Hanief Gumilang, dan Warin Darsono atas kontribusi dalam melestarikan naskah-naskah kuno Nusantara khususnya di Kota Salatiga. 


Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi serta penampilan tembang macapat. Pada FGD kali ini fokus pembahasan diskusi dan tanya jawab adalah kontribusi pendataan naskah kuno di Salatiga dalam membangun peta data pernaskahan nusantara di Indonesia, kekuatan dari tembang macapat dalam naskah kuno yang ada di Salatiga, dan bentuk cerita Panji dalam naskah kuno yang ada di Salatiga.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube