Kebumen — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen sejak siang hingga malam hari pada Minggu (23/11/2025) menyebabkan peningkatan debit air Sungai Kedungbener secara signifikan. Curah hujan yang tinggi menurut BMKG memicu banjir di beberapa titik rawan di wilayah tersebut.
Pukul 19.00 WIB, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kebumen menerima laporan dari warga Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, dan wilayah Krakal, Kecamatan Alian, yang terdampak banjir akibat luapan air dari sungai menuju permukiman.
Heri Purwoto, Humas BPBD Kebumen, menjelaskan bahwa tekanan air dari hulu menyebabkan tanggul di RT 02 RW 01 Desa Surotrunan, Kecamatan Alian jebol. Akibat kejadian ini, sekitar 40 kepala keluarga atau kurang lebih 320 jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Tim Reaksi Cepat BPBD, dibantu TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan personel Desa Tangguh Bencana, segera dikerahkan untuk memantau dan menangani situasi di lapangan. Sebagian warga memilih mengungsi mandiri ke tempat yang lebih aman.
Tim gabungan terus melakukan pemantauan hingga malam hari untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terpenuhi.
BPBD mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Kedungbener agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan karena curah hujan berpotensi tinggi masih berlangsung di wilayah utara Kebumen.