Banjarnegara — Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama TNI dan Polri menggelar Apel Jam Pimpinan Tiga Pilar di Aula Abdi Praja, Setda Banjarnegara, Jumat 22 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara tiga institusi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Apel dihadiri oleh Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto serta Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Czi Teguh Prasetyanto. Hadir pula perangkat daerah, para lurah, kepala desa, personel Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
Dalam sambutannya, Bupati Amalia menekankan pentingnya membangun lingkungan yang aman dan kondusif melalui komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
"Ayo kita bijak dalam mengambil sebuah langkah. Pemerintah punya instrumen seperti Kesbangpol, Dispermades, dan Inspektorat yang terbuka untuk diskusi," ucapnya.
Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan agar aktif menampung kritik, saran, maupun aduan dari warga demi membentuk pemerintahan yang responsif dan adaptif terhadap dinamika sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan humanis dalam melayani masyarakat.
"Saya hanya berharap, mohon perlakukan masyarakat seperti kita ingin diperlakukan," pintanya.
Dandim 0704/Banjarnegara, Letkol Czi Teguh Prasetyanto menegaskan, bahwa apel ini bukan hanya soal kehadiran fisik semata, melainkan ruang memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga soliditas dan netralitas antar institusi.
"Apel Tiga Pilar adalah momentum untuk membangun tanggung jawab bersama serta memperkuat kepercayaan antar elemen strategis," tegasnya.
Soliditas ini dianggap krusial dalam menghadapi potensi gesekan sosial dan dinamika politik yang kerap muncul di tingkat lokal.
Hal senada disampaikan Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto. Ia menyebut bahwa ketenangan dan kestabilan wilayah sangat ditentukan oleh kehadiran nyata aparat dan pemimpin desa di tengah masyarakat.
"Bapak ibu sekalian adalah garda terdepan. Di Polri ada Bhabinkamtibmas, di TNI ada Babinsa, dan di daerah ada para lurah serta kades," jelasnya.
Menurut Kapolres, peran aktif tiga unsur ini harus dijaga agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan dan kondisi warga.