Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Mie Ongklok dan Dua Karya Budaya Wonosobo Ditetapkan Sebagai WBTb 2025

Ganjar Pranowo saat mampir di kedai kuliner Mie Ongklok yang kini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda 2025-Mohammad Mukarom-WONOSOBO EKSPRES

WonosoboSiapa tak kenal Mie Ongklok, salah satu kuliner khas Wonosobo ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2025. 


Tak hanya mie ongklok, dua karya budaya lainnya juga ditetapkan WBTb oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek).


Penetapan karya budaya Wonosobo sebagai WBTb ini membuktikan bahwa kekayaan tradisi dan kearifan lokal masyarakat setempat terus dilestarikan oleh lintas generasi.


Selain Mie Ongklok, dua karya budaya dari Wonosobo yang ditetapkan WBTb adalah kesenian Wayang Kedu Gagrak Wonosaban, dan Tradisi Ambeng Desa Tieng.


Seperti diketahui, Mie Ongklok menjadi kuliner khas Wonosobo yang terinspirasi dari hidangan Tionghoa, Lo Mie. Hidangannya yang telah disesuaikan dengan bahan dan cita rasa lokal membuat ciri khasnya terletak pada kuah kental berbumbu khas dan taburan daun kucai.


Sementara, Wayang Kedu Gagrak Wonosaban merupakan varian wayang gaya Kedu yang berkembang di wilayah Kabupaten Wonosobo.


Warisan budaya ini berasal dari kulit kerbau dengan ketebalan 2 milimeter, lebih tebal dibandingkan jenis wayang lainnya sehingga lebih kokoh dan khas.


Wayang Kedu Gagrak Wonosaban merefleksikan kehidupan masyarakat yang sarat nilai moral dan filosofi Jawa melalui lakon dan dialognya.


Sedangkan Tradisi Ambeng Desa Tieng, menjadi bentuk pelestarian budaya kuliner yang sarat akan makna spiritual dan sosial.

Ambeng merupakan hidangan nasi putih dengan berbagai lauk dan sayur yang beralaskan daun pisang. Ini melambangkan bumi sebagai sumber kehidupan seluruh makhluk Tuhan.


Tak heran jika tradisi ini digelar di momen-momen penting seperti peringatan hari besar keagamaan, HUT RI, dan hari bersejarah lainnya sebagai wujud syukur dan kebersamaan warga.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube