Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Keracunan MBG di Kebumen: 157 Siswa Terdampak, Sampel Makanan Diuji di Yogyakarta

Puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan MBG dirawat di Puskesmas.

Kebumen — Kasus keracunan MBG di Kebumen yang menimpa ratusan pelajar di Kecamatan Petanahan masih dalam tahap penyelidikan. Hingga Jumat pagi (26/9/2025), Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen mencatat total 157 siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kebumen, Iwan Danardono mengungkapkan, bahwa sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah dikirim ke laboratorium di Yogyakarta. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti dari kejadian ini.


"Uji sampelnya sudah dikirim ke Jogja. Tinggal tunggu hasilnya," kata Iwan, Jumat (26/9/2025).


Iwan memastikan bahwa seluruh korban keracunan MBG di Kebumen mendapatkan penanganan medis tanpa dipungut biaya. Ia menyebutkan bahwa pembiayaan akan diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah.


"Pasien tidak dikenai biaya. Nanti teknis pembiayaannya akan dibicarakan lebih lanjut, tapi intinya gratis," tegasnya.

Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Salah satu fokusnya adalah pengawasan terhadap dapur penyedia makanan agar sesuai dengan prosedur keamanan pangan.


"Evaluasinya nanti dapur harus sesuai prosedur. Monitoring dari kami juga akan diperketat supaya tidak terulang," jelas Iwan.

Hingga saat ini, 27 siswa masih dirawat di Puskesmas Petanahan dan 8 lainnya di PKU Muhammadiyah Petanahan. Siswa lainnya menjalani perawatan di rumah masing-masing, baik secara mandiri maupun dengan bantuan tenaga medis lokal.


Keterangan dari orang tua siswa memperkuat dugaan awal bahwa gejala keracunan MBG di Kebumen muncul setelah konsumsi soto yang dibagikan dalam program makan siang.


Salah satu wali murid dari Madrasah Wathoniyah Islamiyah, Saryono mengatakan, bahwa putrinya yang duduk di kelas 3 SMP, mulai mengalami pusing dan mual beberapa jam setelah makan siang.


"Makanannya dibagikan sekitar pukul 12.30 siang, dan gejalanya mulai terasa setelah Asar, sekitar jam 15.30 sampai 16.00," ujar Saryono.


Ia mendapat kabar soal kejadian ini dari grup WhatsApp sekolah sekitar pukul 22.00 WIB, dan langsung menuju lokasi untuk melihat kondisi anaknya.


"Ada beberapa yang kuah sotonya sudah seperti mau basi," tambahnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube