Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Festival Kuduran Budaya 2025 di Wanayasa Suguhkan Bentang Ondol 1.000 Meter

Festival Kuduran Budaya 2025 di Wanayasa suguhkan bentang ondol sepanjang 1.000 Meter. (Diskominfo Banjarnegara)

Banjarnegara — Atraksi utama Kuduran Budaya 2025, yaitu bentang ondol sepanjang 1.000 meter, menjadi pusat perhatian ribuan pengunjung yang memadati Lapangan Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu (21/9/2025). Festival ini menjadi ajang tahunan untuk merayakan kearifan lokal, khususnya kuliner tradisional berbahan singkong.


Puncak acara Kuduran Budaya 2025 dibuka dengan sendratari 'Bidadari Ondol' yang dibawakan oleh 17 siswi SMK Wanayasa. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan drama kolosal bertajuk 'Bentang Ondol Sewu Meter' oleh hampir 200 pelajar SMP yang berhasil memukau penonton.


Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian panjang Kuduran Budaya yang telah menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya kuliner ondol, jajanan tradisional berbahan dasar singkong.


Bentang ondol menjadi simbol utama dalam Kuduran Budaya 2025. Ratusan pelajar Wanayasa mempersiapkan tusukan ondol yang dirangkai menyerupai sate lalu disambung dalam plastik sepanjang satu kilometer, membentang melintasi lapangan desa.


Begitu dibuka, tusukan ondol langsung diserbu pengunjung. Seluruh rangkaian ludes dalam waktu kurang dari satu menit.


"Baru setengah menit sudah ludes, jadinya saya nggak kebagian," kata Wina, warga lokal, sambil tertawa.


Ondol atau ondol-ondol merupakan kudapan bulat berbahan singkong yang digoreng dan memiliki cita rasa gurih. Di beberapa daerah, makanan ini juga dikenal sebagai bola-bola singkong. Kuliner ini telah lama menjadi bagian dari identitas pangan masyarakat Wanayasa.


Kegiatan Kuduran Budaya 2025 tak hanya menonjolkan kuliner lokal, tetapi juga melibatkan ratusan warga dalam kirab budaya. Prosesi diawali dengan rombongan 'penembung', yaitu para kepala desa, sesepuh, dan abdi dalem berbusana tradisional yang secara simbolis memohon izin kepada petani untuk memanen singkong.

Dilanjutkan dengan barisan ibu-ibu dan remaja putri yang berperan sebagai pemasak dan penyindik ondol, hingga pembentang ondol oleh pelajar.


"Pesta rakyat Kuduran Budaya adalah hasil kreativitas seniman muda Wanayasa. Ondol jadi objek utama yang dikemas menarik, seperti sate, lalu disambung sepanjang satu kilometer," jelas Nono Sendawa, mewakili panitia.


Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, hadir langsung dalam puncak Kuduran Budaya 2025. Ia memberikan apresiasi terhadap upaya warga menjaga warisan budaya lokal.


"Saya bangga kepada warga Wanayasa yang konsisten merawat budaya lokal ini. Semoga kekompakan ini menjadi kekuatan untuk membangun Wanayasa yang lebih maju dan sejahtera," ujar Bupati Amel.


Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Banjarnegara dari PKB Arif Budi Waluyo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tursiman, Kepala Dinas Kominfo Sagiyo, serta Camat Wanayasa Sri Wahyuni bersama jajaran Forkopimcam.


Kuduran Budaya 2025 menjadi bukti bahwa kuliner bisa menjadi medium penting dalam merawat tradisi dan memperkuat identitas lokal. Melalui ondol, masyarakat Wanayasa tak hanya memperingati hasil panen singkong, tetapi juga memperkuat kohesi sosial lewat kegiatan budaya lintas generasi.


Festival ini dipadati ribuan pengunjung, dan menjadi salah satu agenda budaya unggulan Kabupaten Banjarnegara.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube