Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Viral Kendaraan Nyangkut di Perlintasan Kereta, KAI Perbaiki Jalur Rel Sragi–Comal Pemalang

Gambar sebelum dan sesudah perbaikan rel di jalur Sragi - Comal Pemalang oleh PT KAI Daop IV Semarang. (Dok. KAI)

Pemalang — Viral unggahan di media sosial tentang sejumlah kendaraan yang 'nyangkut' di perlintasan kereta api di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. 


Dalam unggahan itu, ada laporan warga yang melaporkan kondisi perlintasan sebidang beserta sepeda motor yang 'nyangkut' di samping rel. 


"Lapor min: sejumlah kendaraan nyangkut di rel palang pintu lintasan KA timur Stasiun Comal, akibatnya terjadi kemacetan yang mengular setiap kali ada kereta melintas. Beberapa pengendara harus turun mendorong dan mengangkat motornya karena mesin kandas. Semoga ada tindak lanjut dari yang punya tugas pengurukan," kata warga dalam laporannya.


Menanggapi hal itu PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang langsung melaksanakan perbaikan jalur rel di perlintasan sebidang JPL 138, KM 103+2/3 antara Stasiun Sragi – Stasiun Comal pada Rabu 22 Oktober 2025.


Langkah ini menjadi bagian dari program nasional KAI untuk memastikan seluruh jaringan rel di Jawa Tengah tetap dalam kondisi prima, terutama di titik-titik padat aktivitas seperti perlintasan jalan raya Sragi–Comal.


Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibow, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar perawatan rutin, melainkan bentuk nyata komitmen KAI terhadap keselamatan dan kenyamanan publik.


“Perbaikan ini sangat diperlukan untuk memastikan operasional kereta api yang andal, aman, dan nyaman serta mengurangi potensi gangguan perjalanan akibat kondisi prasarana yang menurun, terutama di area perlintasan sebidang yang padat aktivitas,” ujarnya.


Franoto menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat untuk menerapkan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup selama proses perbaikan berlangsung.


Dalam proyek tersebut, KAI membongkar aspal eksisting di perlintasan, meratakan jalur, dan menghaluskan rel terutama pada bagian lengkungan yang kerap menjadi titik rawan getaran.

Selain itu, dilakukan juga peninggian jalur hilir untuk menyesuaikan elevasi yang selama ini menyebabkan ketidakseimbangan ketika kereta melintas dengan kecepatan tinggi.


“Penyesuaian elevasi ini penting dilakukan untuk meningkatkan daya tahan jalur, sehingga rel lebih stabil dan tidak cepat mengalami penurunan kualitas,” terang Franoto.


Usai pembongkaran dan penyesuaian rel, pekerjaan dilanjutkan dengan penstabilan jalur serta pengaspalan ulang, agar kondisi jalan kembali aman dan nyaman dilalui pengguna kendaraan.


Masyarakat diimbau untuk bersabar dan mengikuti arahan petugasselama sistem buka tutup diterapkan. 

Petugas gabungan dari KAI, Dishub, dan Kepolisian disiagakan di lokasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus kendaraan.


Franoto menjelaskan, peningkatan prasarana jalur rel di wilayah Daop 4 Semarang merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KAI dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu.


Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat sekitar dan pengguna jalan selama proses pekerjaan berlangsung.


“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pekerjaan berlangsung. Upaya ini adalah bagian dari komitmen KAI Daop 4 untuk menciptakan perjalanan kereta api yang handal, aman, nyaman, dan selamat, demi pelayanan terbaik kepada para pelanggan maupun masyarakat,” tutupnya.


Langkah KAI ini sekaligus menjadi wujud tanggung jawab sosial perusahaan terhadap keselamatan publik, di tengah meningkatnya volume perjalanan penumpang dan logistik melalui jalur pantura.


Dengan perbaikan ini, KAI berharap jalur Sragi–Comal akan menjadi lebih stabil, minim gangguan, dan lebih siap menghadapi peningkatan frekuensi perjalanan menjelang musim liburan akhir tahun.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube