Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Terumbu Karang Buatan FABA PLTU Batang Mulai Tumbuh, Tumbuhkan Potensi Ekowisata

Diseminasi Hasil Pemantauan Artificial Fish Apartment (AFA) dan Artificial Patch Reef (APR) yang digelar PT Bhimasena Power Indonesia (BPI)

BATANG — Program terumbu karang buatan berbahan limbah PLTU Batang atau istilahnya Fly Ash and Bottom Ash (FABA) mulai menunjukkan hasil positif setelah 2,6 tahun.


Hasil pemantauan terbaru mengungkap bahwa terumbu buatan ini telah ditumbuhi karang dan berfungsi sebagai rumah ikan di perairan Batang.


Chief Operating Officer PT BPI, Naofumi Yasuda, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap ekosistem pesisir Batang.


“Pembuatan terumbu karang buatan dan rumah ikan berbahan FABA PLTU Batang ini merupakan komitmen kami mendukung pengembangan ekonomi biru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya di aula kantor Bupati Batang, Senin 8 September 2025.


Kabar ini disampaikan dalam Diseminasi Hasil Pemantauan Artificial Fish Apartment (AFA) dan Artificial Patch Reef (APR) yang digelar PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).


Kegiatan itu berlangsung bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (UNDIP).


Ia berharap program ini tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekowisata di Batang.


“Kami percaya kesuksesan program hanya bisa tercapai lewat kolaborasi semua pihak. Mari bersama mendukung kemajuan Kabupaten Batang,” tambahnya.


Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan apresiasi atas inisiatif ini.

“Program ini menjadi jawaban atas ancaman menurunnya ekosistem terumbu karang. Harapannya dapat diperluas cakupannya dan dikembangkan sebagai destinasi wisata bawah laut di Batang,” tegasnya.


Kepala DKP Provinsi Jateng, yang diwakili Kabid Kelautan, Pesisir, dan Pulau pulau kecil Ir. Lilik Harnadi, menyatakan bahwa kerjasama antara DKP, BPI, dan UNDIP adalah langkah strategis dalam pengelolaan pesisir.


“Harapannya semua pihak bisa menjaga pesisir agar memberikan manfaat ekologis dan ekonomis bagi masyarakat Batang,” ujarnya.


Guru Besar FPIK UNDIP, Prof. Dr. Ir. Munasik, mengungkapkan hasil pemantauan sejak 2022 menunjukkan AFA dan APR masih dalam kondisi baik serta berfungsi optimal.


“Kami merekomendasikan Karang Sebapang sebagai Taman Bawah Laut untuk melindungi keanekaragaman hayati sekaligus mengembangkan ekowisata dan edukasi lingkungan,” jelasnya.


Ketua HNSI Batang, Teguh Tarmudjo, mewakili komunitas nelayan menyampaikan bahwa hasil program ini sudah dirasakan langsung oleh warga pesisir.


“Program ini bermanfaat bagi nelayan karena bisa meningkatkan hasil tangkapan dan memberikan tambahan ekonomi. Kami sangat mengapresiasi kerjasama BPI, DKP, dan UNDIP,” ujarnya.


Dengan hasil positif ini, program terumbu karang buatan berbahan FABA di Batang diharapkan terus dikembangkan. Selain menjaga ekosistem laut, juga mampu memperkuat ekonomi biru yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube