Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sambangdesa Bupati Batang, Warga Wonotunggal Desak Perbaikan Irigasi dan IGD Puskesmas 24 Jam

Bupati Batang M Faiz Kurniawan saat berada di Sambangdesa Kecamatan Wonotunggal (Disway Jateng/Bakti Buwono)

BATANG — Dua isu mencuat dalam kunjungan Bupati Batang M Faiz Kurniawan di Sambangdesa Kecamatan Wonotunggal, yaitu rusaknya saluran irigasi pertanian dan kebutuhan layanan IGD 24 jam di Puskesmas Wonotunggal.


Muhadi, perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Wonotunggal, menyampaikan keluhannya soal rusaknya bendungan irigasi yang menjadi urat nadi pertanian warga.


Ia mengatakan, bendungan dan saluran tersier di wilayahnya rusak berat akibat banjir dan aktivitas galian C yang sempat marak di sekitar area pertanian.


Untuk galian C di sungai Lojahan yang dikeluhkan sudah ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Batang.


“Bendungan kena arus banjir kemarin. Alhamdulillah tidak ada longsoran besar, tapi saluran tersiernya bocor semua. Air belum bisa mengalir ke sawah sampai sekarang,” ujar Muhadi, Kamis 6 November 2025.


Menurutnya, kondisi itu membuat para petani kesulitan membawa hasil panen jagung ke jalan utama. 


Ia pun mengusulkan agar pemerintah membuka jalur akses pertanian baru sejauh sekitar 300 meter untuk memudahkan mobilitas hasil tani.


“Kami mohon dibuatkan akses pertanian. Saya lihat petani sampai mengangkut jagung berat sejauh itu. Tolong diperhatikan,” tambahnya.


Sementara itu, Muntasih, kader kesehatan desa, menyoroti persoalan lain yang tak kalah penting: minimnya layanan darurat di Puskesmas Wonotunggal.


“Kami mengusulkan agar Puskesmas Wonotunggal memiliki IGD 24 jam. Kalau ada kecelakaan malam hari, bisa langsung ditangani cepat,” ucapnya.


Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa pemerintah telah menutup seluruh aktivitas galian C di Wonotunggal.

“Saya pastikan tidak ada satu pun galian C yang aktif di Wonotunggal. Lakukan sweeping terus-menerus,” tegasnya.


Faiz juga memastikan bahwa perbaikan saluran irigasi akan segera masuk dalam pendataan untuk penganggaran tahun depan.


“Irigasi akan kita data dan kita anggarkan secepatnya. Tahun depan kita upayakan masuk dalam program kerja,” ujarnya.


Terkait usulan IGD 24 jam, Bupati Faiz menjelaskan bahwa kebutuhan itu berkaitan erat dengan beberapa infrastruktur dasar, seperti lampu penerangan jalan umum (PJU) dan kondisi akses transportasi di seluruh Batang.


“Ada tiga isu mendasar di Batang: PJU, jalan, dan sampah. Kita butuh waktu dan anggaran besar untuk menyelesaikannya bertahap,” katanya.


Faiz memaparkan bahwa untuk menerangi seluruh akses jalan di Batang dibutuhkan sekitar 11 ribu titik PJU dengan anggaran mencapai Rp150–200 miliar.


Sementara itu, program kesehatan seperti Universal Health Coverage (UHC) sendiri telah menyerap Rp90 miliar per tahun, sementara penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Batang belum mencapai Rp60 miliar.


“Tidak ada satu rupiah pun anggaran rakyat yang saya korupsi. Semua saya maksimalkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan rakyat,” tegasnya.


Meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan, Faiz menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen memperbaiki infrastruktur dan layanan publik di wilayah pedesaan, termasuk irigasi pertanian dan layanan kesehatan darurat.


“Usulan warga Wonotunggal adalah kebutuhan nyata. Pemerintah akan bertahap merealisasikannya,'' pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube