Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ruwat Citra Batang: Rekonstruksi Sejarah dan Identitas Daerah yang Terlupakan

Ketua Perkumpulan Masyarakat Batang Ruwat Citra batang

BATANG — Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) menggelar bertajuk 'Ruwat Citra Batang' — sebuah gerakan moral dan budaya untuk mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap tanah kelahirannya.


Ketua Umum PMB, Heppy Trenggono, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar acara seremonial atau nostalgia masa lalu, melainkan sebuah upaya strategis untuk memperbaiki citra dan mentalitas masyarakat Batang.


“Kebanggaan itu adalah fondasi pembangunan. Kalau masyarakat tidak bangga dengan daerahnya, bagaimana mereka mau berjuang membangunnya,” ujarnya dalam dialog tokoh nasional di Ballroom KEK Industropolis Batang, Sabtu 11 Oktober 2025.


Menurut Heppy, Ruwat Citra Batang bermakna membersihkan, memperbaiki, dan meluruskan kembali sejarah serta persepsi masyarakat terhadap Batang.


Ia menilai, selama ini Kabupaten Batang kerap kehilangan arah identitas, bahkan seolah menjadi daerah yang “baru lahir” tanpa akar sejarah yang kuat.


“Dulu brand Batang tidak jelas, tidak punya identitas kuat. Maka perlu ada rekonstruksi sejarah dan penguatan citra daerah. Meruwat berarti memperbaiki yang rusak atau tidak utuh, dan itu yang sekarang kita lakukan,” tegasnya.


Heppy juga mengungkapkan bahwa banyak masyarakat mengira Kabupaten Batang baru berdiri pada 1966, padahal akar sejarahnya jauh lebih tua.


“Batang sudah ada jauh sebelum 1966. Dalam catatan sejarah, Batang bahkan ikut berperan dalam peradaban besar seperti Mataram dan Borobudur,” jelasnya dengan nada meyakinkan.


Pernyataan itu diperkuat oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa Batang telah eksis sebelum bergabung dengan Pekalongan.


“Beliau bahkan bersedia membantu meluruskan sejarah terbentuknya Kabupaten Batang, yang kemungkinan sebenarnya sudah ada sejak tahun 1614,” ujar Heppy.


Gerakan Ruwat Batang ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda.

Heppy menilai, anak muda Batang harus kembali mengenal akar budayanya agar tidak tercerabut dari jati diri lokal yang selama ini terkubur oleh modernisasi.


“Kalau bukan kita yang bangga dan menjaga Batang, siapa lagi?” katanya penuh semangat.


Selain meluruskan sejarah, PMB juga mendorong adanya rebranding Kabupaten Batang agar tampil lebih percaya diri di kancah nasional dan global.


Rebranding ini tak hanya soal logo atau slogan, tetapi juga perubahan mindset masyarakat — dari yang pasif menjadi aktif, dari minder menjadi bangga.


“Ruwat Citra Batang adalah ajakan untuk membangkitkan kembali kesadaran bahwa Batang punya sejarah besar, punya potensi besar, dan layak dibanggakan,” tandas Heppy.


Ia menambahkan, Batang tak sedang memulai dari nol, melainkan melanjutkan kejayaan yang sempat terlupakan karena kabut waktu dan kurangnya dokumentasi sejarah.


PMB pun berencana meluncurkan serangkaian program lanjutan seperti penulisan ulang sejarah lokal, pameran arsip Batang tempo dulu, hingga festival budaya tahunan bertajuk Batang Bangga.


Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan solidaritas sosial dan meningkatkan daya saing Batang di sektor pariwisata, industri, dan investasi.


“Citra daerah yang kuat akan menarik investasi, memperkuat identitas, dan menumbuhkan rasa cinta tanah kelahiran,” ujar Heppy menutup percakapan.


Gerakan ini seakan menampar kesadaran banyak orang bahwa membangun daerah bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga proyek jiwa — sebuah ruwat mental kolektif agar Batang kembali berdiri tegak sebagai daerah yang punya sejarah, punya harga diri, dan punya masa depan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube