Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Mengharukan, Mahasiswi UMP Pekalongan ini Bawa Foto Mendiang Ibunya saat Diwisuda

HARU - Khaulia Prada Oktavia membawa foto mendiang ibunya saat diwisuda di Aula UMP Pekalongan
Rabu 22 Oktober 2025. (mukhtarom/diswayjateng.com)

Pekalongan — Tangis haru mewarnai momen wisuda seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Khaulia Prada Oktavia (22). Di tengah kebahagiaan kelulusannya sebagai sarjana keperawatan, Khaulia hadir membawa foto ibunya yang telah meninggal dunia setahun lalu akibat gagal ginjal.


Prosesi wisuda itu digelar pada hari Rabu 22 Oktober 2025, di Aula Kampus 2 UMPP di Pekajangan Kabupaten Pekalongan. Hari bahagia itu seharusnya menjadi kesempatan bagi Khaulia untuk memeluk kedua orang tuanya.


Namun takdir berkata lain ibunya telah lebih dulu berpulang.


“Seharusnya saya bisa datang bersama ibu, tapi qodarullah ibu sudah pulang lebih dulu. Karena saya berharap ibu bisa datang, maka saya hanya bisa ditemani foto saja, sedangkan ayah juga sudah almarhum," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.


Lebih memilukan, momen wisuda itu bertepatan tepat setahun sejak kepergian sang ibu. Meski begitu, Khaulia tetap berusaha tegar dan tetap tersenyum.


Perjalanan Khaulia menyelesaikan kuliah bukanlah hal mudah. Di sela-sela perkuliahan dan praktik di RSUD Kabupaten Batang, ia harus merawat ibunya yang rutin menjalani cuci darah di RSUD Azhari Pemalang.

Tak jarang, ia mengorbankan waktu bimbingan skripsi dan praktik di rumah sakit demi menemani sang ibu berobat.


“Saya rela bolak-balik, waktu itu saya magang di RSUD Kabupaten Batang, tapi saya tetap laju untuk antar ibu cuci darah di RSUD Azhari Pemalang. Saya korbankan bimbingan skripsi saya. Skripsi saya jadi lebih lama daripada teman-teman, tapi saya bangga bisa memperjuangkan ibu saya,” katanya.


Perjuangan itu makin berat ketika sang ibu meninggal dunia di saat Khaulia sedang menyusun skripsi. Namun dengan semangat dan doa dari keluarga, terutama kakek dan neneknya yang kini menemaninya, ia berhasil menuntaskan studinya hingga diwisuda.


Khaulia juga sempat bekerja sambil kuliah demi mencukupi kebutuhan hidup dan biaya kuliah. “Saya dua tahun kuliah sambil kerja, dibantu ibu juga. Pas ibu sakit, saya kerja lagi,” kenangnya.


Di akhir wawancara, Khaulia mengungkapkan rasa syukurnya kepada semua pihak yang selalu mendukungnya, terutama kakek dan neneknya yang berkenan ikut datang saat dia wisuda.


“Terima kasih kepada orang-orang yang sudah memotivasi dan memberikan effort, semoga kalian diberikan kesehatan dan kebahagiaan,” ucapnya penuh haru.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube