BATANG — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang membuktikan bahwa industri besar bisa tumbuh tanpa merusak lingkungan.
Sebagai anggota holding BUMN Danareksa, KEK Industropolis Batang ikut dalam gerakan penanaman mangrove serentak Mageri Segoro 2025 yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kami percaya pembangunan industri harus seiring dengan pelestarian lingkungan,” ujar Burhan Murtaki, Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang.
KEK Industropolis Batang ikut menanam 11.254 bibit pohon di pesisir Desa Ketanggan, Batang, pada Rabu 15 Oktober 2025, serentak bersama 17 kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah.
Penanaman ini juga mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kegiatan tanam mangrove serentak terbesar di provinsi tersebut.
Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara KEK Industropolis Batang dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang.
Jenis bibit yang ditanam antara lain Avicennia sp (api-api), Casuarina spp (cemara laut), dan Callophylum inophyllum (nyamplung), tanaman khas pesisir yang mampu menahan abrasi.
CDK Wilayah IV juga berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Ketanggan dan Kelompok Tani Hutan Tamtama Tani dalam kegiatan penanaman tersebut.
Kehadiran KEK Industropolis Batang di pesisir bukan hanya simbol, melainkan pernyataan tegas bahwa dunia industri bisa ikut menjaga bumi.
Burhan menyebut Mageri Segoro adalah bukti nyata bahwa sektor industri, pemerintah, dan masyarakat bisa berjalan beriringan menciptakan masa depan hijau dan berkelanjutan.
“Langkah kecil hari ini akan jadi jejak besar bagi generasi mendatang,” imbuhnya.
Gerakan Mageri Segoro 2025 melibatkan sekitar 20.000 peserta dan menanam total 1.972.410 batang mangrove di area seluas 225 hektare di seluruh Jawa Tengah.
Program ini bukan hanya tentang penghijauan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata dan budidaya mangrove.
Bupati Kendal Dyah Kartika dalam sambutannya mengatakan, “Terima kasih kepada seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat yang bergotong royong menanam untuk masa depan. Semoga langkah kecil kita hari ini menjadi warisan besar bagi kelestarian Jawa Tengah.”
Dengan kolaborasi yang solid, KEK Industropolis Batang berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi kawasan industri lain untuk ikut menjaga lingkungan.
Upaya rehabilitasi pesisir ini diharapkan terus berlanjut melalui kemitraan lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Dengan konsep green industry, KEK Industropolis Batang membuktikan bahwa keberlanjutan ekonomi dan ekologi bisa berjalan seiring, tanpa harus saling meniadakan.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan besar menjaga bumi dari pesisir Batang,” tutup Burhan.