Pekalongan — Kondisi Halimatus Sa'diyah (31), seorang ibu korban ledakan gas elpiji yang bocor di sebuah kamar kontrakan di Gang 1 RT 4/1, Kelurahan Buaran Kradenan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan (2/12/2025), masih kritis.
Hingga kini, Halimatus Sa’diyah, dalam kondisi tidak sadar di ruang ICU RSUD Bendan Kota Pekalongan.
"Masih menunggu fase kritis, terpantau pada alat-alat dan bantuan obat," terang Rickky Kurniawan, dokter spesialis bedah RSUD Bendan (4/12/2025).
Meski korban dalam fase kritis, namun dalam pantauan tim medis pasien dalam kondisi stabil atau masih sama seperti kondisi saat hari pertama masuk ruang ICU. Dokter telah melakukan berbagai tindakan perawatan termasuk operasi pada bagian yang luka pada Senin malam (3/12).
"Kondisi pasien masih terpantau stabil masih di ICU karena perlu pemantauan, Kami sudah lakukan tindakan operasi semalam," kata dokter Rickky.
Kondisi luka bakar pasien Halimatus Sa'diyah cukup parah, hingga dokter harus memberikan obat pereda sakit dalam dosis tinggi.
"Kesadaran masih pengaruh obat bius, karena harus diberikan obat-obatan pereda nyeri dengan dosis cukup tinggi, karena sekujur tubuh, wajah, dada, tangan kaki terbakar," Imbuh Rickky.
Selain menderita luka bakar, korban juga menderita cedera saluran pernafasan, sehingga untuk saat ini Korban masih dibantu ventilator agar aliran oksigen ke paru-paru bisa normal.
"Iya untuk bernafas masih dibantu ventilator karena ada cedera saluran pernafasan," pungkas dokter Rickky Kurniawan.
Tragedi satu keluarga terbakar akibat gas elpiji terbakar di sebuah kontrakan menghebohkan warga Pekalongan (2/13/2025). Musibah ini menewaskan seorang ayah dan dua balita yang berusia 3 tahun dan 4 bulan.