Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kasus Diare Melonjak, Ruang Anak RSUD Batang Penuh, Apa Penyebabnya?

Ilustrasi pasien anak penuhi ruang inap di RSUD Batang

BATANG — Lonjakan kasus muntaber (muntah dan berak) dan diare pada anak-anak di Kabupaten Batang membuat RSUD Kalisari Batang kewalahan.


Ruang perawatan khusus anak, Ruang Flamboyan, kini tidak lagi mampu menampung pasien yang terus berdatangan.


Data rumah sakit menunjukkan sudah ada 35 pasien anak dengan diagnosis diare dan muntaber yang dirawat di RSUD Kalisari Batang.


Akibat kepadatan itu, sejumlah pasien harus dipindahkan ke ruang rawat inap lain yang kosong, seperti Ruang Mawar dan Ruang Kenanga.


“Pasien sampai menempati ruang atau bangsal lain yang kamar belum terisi, seperti Ruang Mawar dan Kenanga,” ungkap dr. Tan Evi Susanti, Spesialis Anak RSUD Kalisari Batang, Jumat 17 Oktober 2025.


Menurut dr. Evi, lonjakan pasien mulai terjadi sepekan terakhir. Setiap hari selalu ada pasien baru dengan gejala diare dan muntah hebat.


“Saat sekarang pasien terdiagnosa muntaber sekitar 35 lebih dirawat di RSUD,” jelasnya.


Ia menerangkan, pasien yang harus dirawat inap umumnya datang dengan kondisi dehidrasi berat karena terlambat mendapatkan penanganan medis.


“Banyak orang tua meremehkan gejala awal. Baru setelah anak lemas dan tidak mau makan, barulah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.


Kebiasaan menunda pemeriksaan inilah, kata dr. Evi, yang membuat kondisi anak memburuk.


Padahal, diare yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan kekurangan cairan parah dan mengancam keselamatan anak.


“Biasanya yang terlambat ditangani itu sudah mengalami dehidrasi sedang sampai berat,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Evi menjelaskan bahwa penyebab utama muntaber kali ini adalah virus, namun faktor cuaca juga berperan besar.


Masa pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan sering memicu peningkatan kasus infeksi saluran pencernaan.


“Faktor cuaca sangat memengaruhi. Saat pancaroba, daya tahan tubuh anak menurun, dan virus lebih mudah menyebar,” paparnya.


Meski jumlah pasien meningkat tajam, dr. Evi memastikan seluruh anak yang dirawat sudah tertangani dengan baik.


“Semua pasien sudah tertangani, tidak ada yang tidak mendapatkan ruang atau perawatan,” tegasnya.


Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan makanan dan sanitasi lingkungan.


“Bagi anak-anak yang masih minum susu formula, pastikan botol dicuci hingga bersih dan direndam air panas. Jangan hanya dikocok pakai air biasa,” imbaunya.


Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan air minum, mencuci tangan sebelum makan, serta tidak membiarkan makanan terbuka terlalu lama.


Lonjakan kasus muntaber di Batang ini menjadi peringatan bahwa perubahan musim tidak hanya berdampak pada cuaca, tetapi juga pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.


Dokter Evi berharap masyarakat lebih waspada dan tidak menyepelekan gejala diare agar tidak berujung fatal.


“Kalau anak mulai diare atau muntah lebih dari tiga kali sehari, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Jangan tunggu parah dulu,” pungkasnya.