Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bersenjatakan Telur dan Susu, Nestlé Indonesia dan Pemkab Batang Intervensi Stunting

Program penanganan stunting Nestle Indonesia dan Pemkab Batang di aula Kecamatan Bandar pada Rabu 8 Oktober 2025

BATANG — Kolaborasi penanganan stunting dilakukan antara Nestlé Indonesia dan Pemkab Batang dengan intervensi pada 259 anak.


Nestlé Indonesia menggelar program Pendampingan Gizi di Kabupaten Batang, menyasar 259 balita di 50 desa dan 4 kecamatan.


Sebanyak 66 kader dari 119 posyandu dilibatkan secara aktif dalam pendampingan.


Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menilai langkah Nestlé patut dijadikan teladan.


“Kolaborasi Nestlé dengan BKKBN dan TP PKK sejak 2022 menjadi contoh nyata sinergi pentahelix dalam menangani stunting,” ujarnya.


Ia menekankan agar integrasi program terus dijaga supaya hasilnya maksimal.


Saat ini di Kabupaten Batang tercatat sekitar 5.000 anak yang stunting.


"Tiap tahun kami berusaha menurunkan 10 persen hingga 15 persen angka stunting," ucapnya.


Faiz menyebut penanganan stunting harus menggandeng banyak pihak, tidak hanya pemerintah,tapi juga swasta.


Kegiatan ini bagian dari inisiatif Nestlé for Healthier Kids, yang selaras dengan agenda nasional percepatan penurunan stunting.


Program ini melibatkan karyawan Pabrik Bandaraya Nestlé bersama kader posyandu dan tenaga kesehatan setempat.


Setiap anak berisiko stunting mendapat tambahan gizi berupa satu butir telur dan segelas susu DANCOW GroPlus setiap hari selama enam bulan.


Intervensi ini disertai edukasi gizi anak, pola asuh makan, jajanan sehat, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Selain itu, tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ikut mengawal pengukuran antropometri dan pemantauan bulanan untuk menilai perkembangan anak.


Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya ingin memberi bantuan sesaat.


“Kami percaya gizi yang baik sejak dini adalah fondasi masa depan bangsa. Program ini bukan sekadar intervensi, tapi juga bentuk kepedulian karyawan terhadap keluarga penerima manfaat,” katanya.


Ia menambahkan, Program Pendampingan Gizi di Batang merupakan bagian dari inisiatif di tiga wilayah: Pasuruan, Batang, dan Karawang.


Totalnya, program ini menyentuh lebih dari 630 anak dan 1.350 orang tua, kader, serta ibu hamil-menyusui di 95 desa.


Factory Manager Pabrik Nestlé Bandaraya Norman Tri Handono menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung selama 180 hari.


Pihaknya melakukan pemantauan status gizi secara berkala, sekaligus meningkatkan kapasitas kader dan keluarga terkait praktik gizi seimbang.


“Tanpa dukungan penuh Pemkab Batang dan partisipasi masyarakat, program ini tak akan berhasil. Kami ingin memberdayakan kader dan keluarga sebagai garda terdepan pencegahan stunting,” ujarnya.


Salah satu penerima manfaat, Ika Septiana, ibu asal Kecamatan Bandar, mengaku sangat terbantu.


“Anak saya sekarang tiap hari dapat telur dan susu DANCOW. Dulu saya tak sanggup menyediakan rutin. Berat badan anak mulai naik dan makannya lebih lahap. Semoga program ini terus berlanjut,” tuturnya.


Usai kegiatan di Batang, program serupa akan berlanjut ke Karawang pada 9–10 Oktober 2025 dengan melibatkan karyawan Nestlé dari kantor pusat Jakarta.


Sebelumnya, kegiatan ini juga telah sukses digelar di Pasuruan, Jawa Timur.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube