Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Aksi Demo Sopir Truk ODOL Picu Kelangkaan Sayuran

Pedagang di Pasar Sayur dan Buah Pemalang saat memeriksa cabai rawit

Pemalang

Harga sayuran di Kabupaten Pemalang melonjak drastis akibat terhambatnya pasokan. Hal ini terjadi setelah para sopir truk melakukan aksi protes terhadap larangan operasional truk Over Dimension-Overload (ODOL), yang mengakibatkan pengiriman komoditas dari petani terhenti.


Pasar Sayur dan Buah Kabupaten Pemalang terlihat sepi pagi tadi, Jumat (20/6/2025). Berbeda dari hari biasanya, tidak terlihat aktivitas bongkar muat sayuran di pasar tersebut.


Kios-kios pedagang pun kosong dari tumpukan karung sayur. Menurut sejumlah sumber, situasi ini dipicu oleh aksi unjuk rasa sopir truk ODOL yang menolak kebijakan pelarangan operasional kendaraan mereka.


Truk pengangkut sayur dihadang dan diperiksa oleh para sopir yang berdemo di sejumlah titik, seperti di Rest Area Belik. Mereka meminta truk-truk tersebut memutar balik atau membongkar muatannya sebagai bentuk dukungan terhadap aksi protes.


Bagus Hudi Laksono, salah seorang pedagang, mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan sejak Kamis (19/6/2025) akibat pengiriman yang terhambat.

"Enggak ada barang yang masuk dari kemarin. Dampaknya ya kaya gini, sayuran jadi mahal," ujarnya (20/62025)


Kelangkaan stok sayur mendorong kenaikan harga hingga dua kali lipat. Para pedagang terpaksa menaikkan harga jual karena persediaan semakin menipis.


"Misalnya ini wortel biasanya Rp 5.000 sekarang Rp 12.000, yang lain juga naik. Kalau nanti enggak ada stok ya tutup," tambah Bagus.


Firman, pedagang lainnya, juga mengungkapkan dampak serupa. Menurutnya, terhentinya pasokan sayur sangat merugikan para pedagang di pasar.


"Pengirim-pengirim enggak ada yang mau ngirim barang, katanya malu sama teman-teman sesama sopir, mau ikut demo. Ini semua harga sayur dari wilayah selatan naik, yang tadinya Rp 4.000 jadi Rp 8.000," jelasnya.


Ia berharap ada solusi dari polemik larangan truk ODOL agar distribusi sayur ke pasar dapat kembali normal.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube