Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Ada yang Beda di MBG SMKN 1 Kandeman Batang, Makanan Telat Sejam

Kepala SMK N 1 Kandeman Setiyanto

BATANG — Ratusan siswa SMK Negeri 1 Kandeman, Kabupaten Batang, mengalami diare massal setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 30 Oktober 2025.


Kepala SMKN 1 Kandeman, Setiyanto, menyebut ada hal yang berbeda pada hari insiden ini terjadi, yaitu menu MBG datang terlambat sekitar satu jam dari waktu biasanya.


“Menu tiba kemarin sekitar jam 12.30, biasanya jam 11.00 atau 11.30 sudah datang. Jadi agak terlambat satu jam,” ungkapnya, Jumat 31 Oktober 2025.


Menurut Setiyanto, menu yang disajikan terdiri dari tahu bakso kukus, ayam, sayur caisim, dan buah salak.


Keterlambatan pengiriman itu kini menjadi sorotan karena bertepatan dengan munculnya gejala diare pada ratusan siswa sejak malam hari.


Hampir sebagian besar siswa mulai mengeluhkan sakit perut, mual, dan diare sejak Kamis malam hingga Jumat pagi.


“Dari laporan wali kelas, ratusan siswa sudah menyampaikan bahwa mereka mengalami diare,” ujar Setiyanto.


Ia menegaskan bahwa sebagian besar siswa hanya mengalami gejala ringan, namun ada satu siswa yang sempat dirujuk ke RSUD Kalisari Batang.


Pihak sekolah mengaku masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah keterlambatan distribusi makanan berhubungan langsung dengan insiden diare massal ini.

“Kami belum bisa memastikan apakah ini karena MBG atau faktor lain. Hasil lab masih dalam proses,” kata Setiyanto.


Ia juga menyebut tidak ada guru turut menyantap menu yang sama.


“Bisa jadi daya tahan tubuh anak-anak berbeda-beda, karena ada juga yang tidak merasakan apa-apa,” tambahnya.


Direktur RSUD Kalisari Batang, dr. Any Rusydiati, membenarkan bahwa pihaknya menerima satu pasien dengan gejala mual dan diare.


“Kondisinya stabil aja, masih perawatan aja di IGD itu tadi jam 11.40,” ujarnya saat dihubungi lewat telepon.


Pasien tersebut kini sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.


Keterlambatan distribusi menu MBG bukan kali pertama terjadi, tetapi insiden di SMKN 1 Kandeman membuat banyak pihak mulai mempertanyakan standar kebersihan dan penyimpanan makanan program ini.


Jika makanan tidak segera dikonsumsi atau disimpan dalam suhu aman, potensi kerusakan bisa meningkat, apalagi pada menu berbahan protein seperti tahu bakso dan ayam.


Hingga kini, sekolah masih menunggu hasil resmi uji laboratorium yang diharapkan keluar beberapa hari ke depan untuk memastikan penyebab utama diare massal tersebut.