Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Transfer ke Daerah Dipangkas, Bupati Kudus: Kurangi Belanja yang Tidak Penting

HEMAT - Bupati Samani Intakoris menyerukan OPD Pemkab Kudus lebih efisien menganggarkan anggaran
karena rencana pemangkasan transfer dana ke daerah. (arief pramono/diswayjateng.com)

KUDUS — Rencana pemangkasan dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pemerintah pusat disikapi serius Pemkab Kudus. Apalagi kebijakan ini berpotensi mempengaruhi pendapatan daerah.

 

Meskipun belum menerima surat resmi terkait kebijakan tersebut, Pemkab Kudus sudah pasang kuda-kuda. Bupati Kudus Samani Intakoris menyerukan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak lainnya, menyikapi itu dengan bijak.

 

“Kita harus menyikapinya dengan bijak, karena yang dipotong itu semua kabupaten/kota,” ujar Bupati Samani usai mengikuti sosialisasi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kudus tahun 2025-2029.

 

Samani menyebut perubahan TKDD harus disikapi semua pihak terkait dengan tenang, sabar, kreatif dan inovatif. Karena itu, diperlukan skema terbaik dan mengurangi hingga menghilangkan belanja-belanja yang tidak perlu dan tidak penting.

 

“Nanti juga kita lakukan efisiensi, baik efisiensi belanja operasional maupun belanja-belanja yang lain,” tukas Samani saat ditemui di Ruang Rapat Lantai 4 Setda Kudus, Selasa 30 September 2025.

 

 

Samani juga mengakui bahwa rencana pemangkasan TKD pada tahun anggaran 2026, setidaknya berdampak pada realisasi visi yang diusungnya bersama Wabup Kudus yakni “Kudus Sehat” – singkatan dari Sejahtera, Harmoni, dan Takwa selama lima tahun ke depan.

 

Visi besar Samani dan Bellinda ini tidak berdiri sendiri. Ada enam misi utama yang akan menjadi pijakan. Mulai dari pemberdayaan ekonomi rakyat, pembangunan infrastruktur yang mantap, peningkatan kualitas hidup, hingga pendidikan berkarakter yang berpadu dengan budaya kreatif.

 

Tak ketinggalan, misi untuk memperkuat kehidupan beragama, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan semangat toleransi demi persatuan NKRI. Sementara itu, tata kelola pemerintahan yang adaptif dan pelayanan publik profesional juga menjadi prioritas.

 

“Semua misi ini tidak bisa dikerjakan sendirian. Butuh kerja sama seluruh OPD agar cita-cita Kudus Sehat bisa terwujud,” ujar Sam’ani dengan nada penuh semangat.

 

Sam’ani juga menyinggung isu nasional tentang kemungkinan adanya pemotongan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pemerintah pusat. Ia mengingatkan jajaran OPD untuk tetap bersiap. 

Bupati Samani dan Wabup Belinda sikapi bijak rencana pemangkasan TKDD

Program Unggulan Kudus Harmonis

 

Sam’ani menjabarkan sesuai dengan Perda RPJMD yang telah ditetapkan, ada berbagai program nyata yang sudah disiapkan selama lima tahun kepemimpinannya. Sebanyak 20 program unggulan yang akan menjadi tulang punggung pembangunan Kudus selama masa jabatannya bersama Wabup Bellinda.


Pertama, kesejahteraan guru swasta dan guru madrasah diniyah mendapat perhatian besar. Mereka akan memperoleh tunjangan Rp1 juta setiap bulan, ditambah insentif khusus bagi tenaga kependidikan lainnya.


Kedua, sektor pendidikan dan keagamaan diperkuat dengan program pemberdayaan serta fasilitas bagi pondok pesantren. Anak-anak sekolah hingga mahasiswa pun tak ketinggalan, karena tersedia beasiswa mulai dari jenjang sekolah, perguruan tinggi, hingga santri pesantren.


Di tingkat desa, pemerintah juga menyalurkan bantuan keuangan untuk pembangunan sarana-prasarana di RT dan RW. Lansia dan penyandang disabilitas turut menjadi perhatian melalui program pemberdayaan khusus.


Di bidang kesehatan, Pemkab memastikan layanan berobat gratis lewat UHC BPJS, ketenagakerjaan, serta perlindungan bagi pekerja rentan. Ambulans gratis yang siaga 24 jam pun akan disiapkan untuk layanan darurat.


Masalah infrastruktur sehari-hari, seperti lampu penerangan jalan umum yang rusak atau jalan berlubang, juga masuk daftar. Perbaikan akan dilakukan agar masyarakat merasa lebih nyaman dan aman di jalan. Bahkan, saat ada keluarga berduka, pemerintah hadir dengan santunan kematian sebesar Rp1,5 juta.


Perangkat desa pun tak luput dari perhatian. Tunjangan bagi BPD, perangkat desa, hingga bantuan RT dan RW bisa mencapai Rp20 juta per tahun. Sementara itu, generasi muda seperti santri, Gen Z, dan kaum milenial diberi ruang melalui pelatihan wirausaha.

Untuk mendukung ekonomi kreatif, UMKM, dan pedagang kaki lima, disediakan modal usaha. Imam dan marbot masjid juga mendapat tunjangan, sedangkan rumah ibadah dijanjikan pulsa listrik gratis setiap bulannya.


Bagi para ibu, ada bantuan biaya persalinan. Fasilitas kesehatan akan ditingkatkan lewat pembangunan dan penguatan rumah sakit. Kudus juga akan semakin dikenal lewat pengembangan wisata, budaya, dan olahraga.

Di sisi lain, Pemkab Kudus juga menyiapkan program bedah rumah gratis bagi warga miskin, agar mereka bisa tinggal di tempat yang lebih layak.

 

Sementara untuk petani, bantuan pupuk, benih, obat, hingga pembangunan jalan usaha tani dan irigasi sudah masuk dalam agenda utama.

 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube