JEPARA — Tradisi budaya Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Jepara, kembali digelar meriah. Salah satu kearifan lokal warga Jepara ini dihadirkan dalam rangkaian sedekah bumi oleh masyarakat desa setempat.
Ribuan warga dan wisatawan pun memadati jalan desa untuk menyaksikan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tersebut. Gelaran pesta rakyat ini berlangsung meriah dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.
Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendukung pelestarian tradisi Perang Obor, termasuk menambah penerangan dan pencahayaan agar acara tahun depan lebih meriah.
“Alhamdulillah malam ini berlangsung meriah. Kami ingin tahun depan lebih semarak lagi. Sudah kami sampaikan ke Bappeda agar dukungan bisa lebih masif, dan teman-teman media juga bisa bantu promosinya,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Petinggi Tegalsambi, Agus Santoso menambahkan, ke depan akan ada lebih banyak inovasi, terutama pada sesi pra-acara agar wisatawan bisa lebih lama menikmati rangkaian kegiatan.
“Tahun ini kita mulai dengan pengenalan batik Perang Obor dalam berbagai varian dan mengajarkan Tarian Obor kepada siswa SD dan SMP,” jelasnya.
Sementara itu, wisatawan asal Semarang, Rinto mengaku sengaja datang ke Desa Tegalsambi. Ia penasaran dengan kemeriahan tradisi Perang Obor yang setiap tahunnya digelar.
“Ternyata ini sangat menarik, bentuk wisata budaya yang otentik dan tetap dijaga. Saya sangat menikmati acaranya,” katanya.
Dengan antusiasme yang terus meningkat, tradisi Perang Obor diharapkan dapat menjadi magnet wisata budaya unggulan di Jepara yang dikenal hingga tingkat nasional.