JEPARA — Upaya memulihkan ekosistem sungai di Kabupaten Jepara kembali digelorakan melalui kegiatan tebar benih ikan. Aksi ini dilakukan Pecinta Alam Acasia Jepara bersama tiga instansi di Pemkab Jepara.
Instansi-instansi yang terlibat yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dan Dinas Perikanan Jepara, serta sejumlah komunitas pecinta sungai.
Sebanyak 50 ribu benih ikan endemik lokal ditebar sepanjang aliran Sungai Mayong. Lokasinya dari kawasan hulu di Desa Bungu hingga hilir di Jembatan Merah Mayong Kidul.
Jarak penebaran membentang kurang lebih 32 kilometer dengan delapan titik pelepasan. Meliputi Jembatan Bungu, Bendung Randu Kuning Pancur, Kali Mboso Pancur, Bendung Datar, Bendung Siwali Ngroto, Bendung Jatisari, Bendung Dowoso Pringtulis dan Pintu Air Baru Mayong Kidul.
Sedangkan jenis ikan yang ditebar terdiri atas Tawes sebanyak 20 ribu ekor, Melem 20 ribu ekor, Tombro 6 ribu ekor, Patin 2.500 ekor dan Gabus 1.500 ekor.
Peduli Sumber Air
Ketua Pecinta Alam Acasia Tri Mundarto menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mengembalikan keseimbangan hayati sungai. Selain itu, mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan sumber air.
“Kami ingin memberikan pesan bahwa sungai bukan hanya jalur air, tetapi ekosistem hidup yang harus dijaga bersama,” ujar Tri.
Tri menambahkan, keterlibatan banyak pihak diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian industri terhadap kelestarian alam, terutama lingkungan sekitar aliran sungai.
"Upaya tebar benih ini direncanakan menjadi agenda berkelanjutan untuk menjaga regenerasi populasi ikan lokal dan memulihkan kualitas ekosistem Sungai di wilayah Jepara, " terangnya.