GROBOGAN — Sejumlah orangtua murid penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan mengeluh. Menurut mereka anak-anaknya enggan menghabiskan makanan yang diterimanya.
Salah satu wali murid, Wakid menyampaikan, kalau anaknya sering mengeluh soal kualitas menu makanan MBG. Katanya, nasinya keras dan kadang dagingnya alot, sehingga susah dikunyah.
“Anak saya akhirnya jarang menghabiskan makanannya,” ujarnya.
Adapun orang tua murid lainnya, Fitri menilai, menu makanan MBG yang diterima anaknya kurang menggugah selera. Sehingga seringnya dibawa pulang untuk dijadikan pakan ayam.
Dia berharap pengelola dapur MBG sebaiknya melakukan survei terlebih dulu sebelum menentukan menu makanan.
“Teman-temannya juga banyak yang tidak mau makan menu MBG,” imbuhnya.
Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Grobogan, Verliana Dhita menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan prosedur ketat. Utamanya untuk menjaga mutu pangan MBG.
Mulai dari pemeriksaan bahan baku, uji rasa oleh petugas gizi, hingga penyimpanan sampel.
“Setiap hidangan sudah dicek dulu rasanya sebelum dibagikan. Dapur juga wajib menyimpan sampel untuk keperluan uji laboratorium jika ada masalah,” kilahnya.
Lebih lanjut, Dita menambahkan, semua pekerja dapur diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta menerapkan kebiasaan cuci tangan. Adapun untuk bahan basah, katanya, SPPG menerapkan sistem sekali pesan sekali pakai supaya terhindar dari pembusukan.
“Selain itu, pengawasan juga melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Dinas Ketahanan Pangan Daerah (DKPD) Kabupaten Grobogan,” sambungnya.