Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kudus Landskap Turots Ulama Nusantara, Dibidik PBNU Tuan Rumah Jalantara

Jelajah Turots Nusantara dipusatkan di Masjid Menara Kudus.

KUDUS — Kabupaten Kudus ditunjuk sebagai tuan rumah agenda bertajuk ‘Jelajah Turots Nusantara (Jalantara)’. Kegiatan yang dimotori Nahdlatut Turots (NT) ini, muncul atas dorongan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), khususnya Rais Aam KH. Miftahul Achyar.

 

Kehadiran Nahdlatut Turots (NT) merupakan sebuah asosiasi yang mewadahi para pegiat, peneliti, hingga pemilik naskah keilmuan ulama berbasis pesantren.

 

Selama ini, kiprah Nahdlatut Turots dalam melakukan pemuliaan turots mendapatkan perhatian serius dari Kiai Miftahul Achyar. Kiprah mereka meliputi inventarisasi, konservasi, eksplorasi hingga revitalisasi terhadap manuskrip, cetak tua dan karya tulis lainnya.

 

“Menurut Romo Kiai Miftah, apa yang dilakukan oleh Nahdlatut Turots ini selaras dengan visi Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban. Turots ulama inilah yang harus mengisi peradaban tersebut,” ujar Ketua Nahdlatut Turots KH. Ustman Hasan Al-Akhyari dalam keterangan tertulisnya, Selasa 8 Juli 2025.

Atas kesamaan visi tersebut, Kiai Miftah mendorong NT untuk memperluas gerakan. Tidak hanya parsial di Jawa dan Madura saja. Tapi, meluas ke seluruh Indonesia.

 

“Dorongan ini kami wujudkan dengan menggelar Jelajah Turots Nusantara yang nantinya bakal mencakup seluruh Indonesia,” terangnya.

 

Jelajah Turots Nusantara atau disingkat Jalantara, akan dihelat di lima zona. Meliputi Zona Jawa-Madura, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga Indonesia Timur. Masing-masing zona akan menjadi lokus gerakan turots yang lebih terstruktur, sistematis dan masif.

 

Sebagai gelaran perdana, Jalantara bakal dimulai dari Zona Jawa-Madura yang ditempatkan di Kabupaten Kudus sebagai lokasi kick off. Kegiatan ini bakal dipusatkan di Masjid Menara Kudus dan daerah sekitarnya pada 13 Juli mendatang.

Rapat pembahasan agenda Jelajah Turots Nusantara di jajaran PBNU

Sementara itu, Ketua Panitia Jalantara, Ayung Notonegoro menambahkan, Kabupaten Kudus memiliki positioning penting dalam landskap turots ulama Nusantara.

 

“Di kota ini, tidak hanya ada Sunan Kudus sebagai sosok Walisongo yang masyhur. Tapi, dari kota ini juga banyak melahirkan para ulama mumpuni yang memiliki peninggalan karya tulis ilmiah. Ini bisa menjadi inspirasi gerakan pemuliaan turots di Zona Jawa-Madura,” kata Ayung Notonegoro.


Salah satu ulama dari Kudus yang bakal diekspose dalam Kick Off Jalantara kali ini adalah Syaikh Abdul Hamid Kudus (wafat pada 1334 H). Ia merupakan ulama berdarah Kudus yang mengarungi karir intelektualnya di Mekkah.  Di kota suci itu, ia mengajar di Masjidil Haram dan menulis banyak kitab dalam berbagai cabang keilmuan.

 

“Selama ini, Syaikh Abdul Hamid Kudus ini sering kali disalahpahami sebagai ulama asal timur tengah. Padahal dari sejumlah bukti yang kuat, beliau merupakan keturunan Kudus, Jawa Tengah. Dengan kegiatan ini, kami bermaksud menghadirkannya kembali di kampung halamannya,” terang Ayung.

 

Kegiatan tersebut bakal diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Pengajian Akbar, seminar nasional, pameran hingga peluncuran kitab yang semuanya mengangkat tema tentang Syaikh Abdul Hamid Kudus.

 

“Akan banyak kiai, cendekiawan, akademisi, hingga peneliti yang bakal terlibat dalam kegiatan ini. Di antaranya adalah KH. Miftahul Achyar sendiri, Kiai Zulfa Mustofa, Gus Rozin, dan lain sebagainya,” imbuh founder Komunitas Pegon itu.

 

Selain itu, juga akan digelar Workshop Jalantara yang merupakan upaya peningkatan teknis pemuliaan turots. Pelatihan ini akan mengjangkau para pemilik naskah, pesantren dan komunitas pernaskahan yang berjejaring dengan Nahdlatut Turots.

 

“Setelah dibekali ilmu, mereka nanti akan diaktivasi untuk pemuliaan turots di daerahnya masing-masing. Mulai dari tahapan preservasi, digitalisasi hingga desiminasinya,” papar Ayung.

 

Acara yang berlangsung secara terbuka itu diharapkan akan memantik kesadaran masyarakat luas. Menjalin kerja bersama semua pihak untuk memuliakan turots.

 

“Kami berterimakasih secara khusus kepada Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Pemkab Kudus, UIN Sunan Kudus, Struktural Nahdlatul Ulama, Pesantren Bendan dan semua stakeholder yang terlibat menyukseskan kegiatan ini,” pungkas Ayung.

 

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube