JEPARA — Potensi Desa Bucu, Kecamatan Kembang yang berhasil mengolah biogas dari kotoran sapi dan kerbau dilirik oleh Pemkab Jepara. Karena itu, Pemkab setempat berharap manfaat produk biogas dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Harapan besar itu muncul saat Bupati Jepara, Witiarso Utomo dan Wabup Ibnu Hajar, mengunjungi area kandang penggemukan sapi di Desa Bucu.
Kandang tersebut mampu menampung 17 ekor sapi. Yang menggembirakan, pengelola kandang juga mampu menghasilkan berbagai produk turunan dari pengolahan kotoran hewan ternak. Yakni biogas yang digunakan warga di desa setempat.
Bupati Witiarso pun mengapresiasi inisiatif warga Desa Bucu memanfaatkan limbah ternak menjadi energi alternatif. Namun, ia mendorong agar pemanfaatan biogas bisa diperluas, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
“Ini luar biasa, tapi kemanfaatannya baru sedikit, yaitu hanya sekitar 5 Kepala Keluarga. Saya ingin ini diluaskan sehingga bisa mensejahterakan masyarakat di sekitar, biar merasakan manfaat adanya biogas di daerah Bucu ini,” pinta Witiarso.
Bupati Witiarso juga menjanjikan untuk menambah hewan ternak di Desa Bucu. Serta memperluas area kandang sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan peternakan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Selain digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, Witarso juga meninjau hasil pemanfaatan biogas dalam aktivitas memasak. Salah satunya digunakan oleh warga untuk menggoreng getuk.
“Kayaknya sih cukup panas ya, tapi belum ada yang nyoba. Tapi tadi dipakai buat goreng getuk, katanya enak dan matang,” ucapnya.
Pemkab Jepara terus berupaya mendorong pengembangan energi terbarukan dari sektor peternakan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.