Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bupati Sudewo Ngotot Utang ke Bank Jateng Rp 90 Miliar, Respon DPRD Pati Bikin Kaget

Persetujuan pinjaman Rp 90 Miliar yang diajukan Pemkab Pati terungkap saat Rapat Paripurna DPRD Pati

PATIUsai Bupati Sudewo ngotot pinjam ke Bank Jateng, DPRD Kabupaten Pati akhirnya menyetujui pinjaman sebesar Rp90 miliar tersebut. Dana talangan dari Bank Jateng ini, dialokasikan untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Pati.


Persetujuan pinjaman yang diajukan Pemkab Pati tersebut, terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Pati di Kantor DPRD setempat pada Selasa (25/11/2025).


Selain persetujuan pinjaman daerah ke Bank Jateng, rapat paripurna ini juga menetapkan Rancangan APBD Pati Tahun 2026.


Bupati Pati Sudewo mengatakan, DPRD Kabupaten Pati telah resmi menyetujui pinjaman sebesar Rp90 miliar ke yang telah diusulkan.


“Anggota DPRD Pati telah menyetujui pinjaman yang kami usulkan sebesar 90 miliar, yang itu semua akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan,” ujar Sudewo dihadapan para peserta rapat paripurna.


Percepatan perbaikan sejumlah ruas jalan, kata Sudewo, menjadi prioritas utama agar kondisi infrastruktur pada tahun 2026 dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pati.


"Terutama untuk mendorong pergerakan ekonomi daerah di Kabupaten Pati, " terang Sudewo yang sempat hubungannya memanas dengan DPRD Pati terkait upaya pemakzulan dirinya beberapa waktu lalu.

Dalam rapat paripurna itu, DPRD juga menyetujui Rancangan APBD Pati Tahun 2026. Tahap selanjutnya segera disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk dievaluasi paling lambat tiga hari kerja sejak penetapan.


Sudewo juga menyinggung pembangunan infrastruktur jalan serta normalisasi sungai, untuk mengatasi tanggul jebol dalam pengendalian banjir.


Terkait mekanisme pinjaman anggaran Rp 90 Miliar ke Bank Jateng, Sudewo menjelaskan bahwa seluruh proses telah ditempuh sesuai ketentuan.


“Kalau soal pinjaman memang dari Bank Jateng, untuk mekanisme pinjaman sudah kami tempuh. Dulu kami usulkan di DPRD dan dibahas di Banggar serta komisi dan berlanjut ke Paripurna,” jelasnya.


Sudewo juga memaparkan skema pengembalian pinjaman ke Bank Jateng. Dengan bunga sekitar 5,6–5,7 persen, pengembalian dimulai tahun 2027 dan ditargetkan selesai tahun 2029.


“Tiap tahun, besaran cicilan yang harus dibayar Pemkab Pati ke Bank Jateng kira-kira sekitar 33 miliar rupiah,” imbuh Sudewo.

Penggunaan Dana Pinjaman Jelas

Semua fraksi di DPRD Pati menyetujui pinjaman ke Bank Jateng karena penggunaanya jelas.

Sementara itu, DPRD Pati merestui pinjaman daerah Rp90 miliar ke Bank Jateng sesuai usulan Bupati Sudewo. Pinjaman tersebut untuk membiayai pembangunan infrastruktur.


"Intinya, terkait pengambilan utang (Pinjaman ke Bank Jateng), semua fraksi di DPRD Pati menyetujui," ujar Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin kepada wartawan usai rapat paripurna.


Ali mengakui bahwa semua fraksi di DPRD Pati menyetujuinya sebab peruntukan pinjaman itu jelas. Pinjaman itu untuk pembangunan infrastruktur khususnya pembangunan jalan.


Bahkan dari laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati dan hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi D DPRD Pati, kata Ali, masih banyak jalan dan jembatan di Kabupaten Pati yang kondisinya rusak.


Menurut Ali, usulan pinjaman ke Bank Jateng juga sesuai rekomendasi dari Inspektorat Kabupaten Pati. Pinjaman itu. diperlukan Pemkab Pati, akibat dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat berkurang cukup signifikan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube