Wonosobo — Pemkab Wonosobo mendorong iklim usaha kondusif sebagai respons atas keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Upaya ini disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam acara Pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Wonosobo periode 2025–2028 di Gedung Sasana Adipura.
"Dengan segala keterbatasan anggaran, kita tidak boleh berhenti bergerak. Justru ini menjadi momentum untuk terus mendorong geliat ekonomi melalui berbagai upaya strategis," kata Afif.
Menurutnya, salah satu strategi utama adalah menciptakan ruang kolaboratif antara pemerintah daerah dan pelaku usaha muda, terutama yang tergabung dalam HIPMI.
Dalam konteks fiskal yang menantang, Pemkab Wonosobo dorong iklim usaha kondusif sebagai cara untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berjalan. Afif Nurhidayat menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan mengambil kebijakan yang membebani masyarakat.
"Kami ingin kolaborasi yang nyata antara HIPMI dan Pemkab, demi bersama-sama memajukan perekonomian Wonosobo," ujarnya.
Keterlibatan HIPMI, menurut Bupati, penting untuk menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Ketua Umum BPC HIPMI Wonosobo periode 2025–2028, Matranto menyampaikan, bahwa organisasi ini siap menjadi mitra strategis Pemkab Wonosobo. Struktur baru HIPMI terdiri dari 65 pengurus yang terbagi ke dalam 12 bidang kerja strategis.
"Kami siap bersinergi untuk mendukung kemajuan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memberdayakan pelaku UMKM di Wonosobo," kata Matranto.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi pengusaha muda terhadap teknologi dan digitalisasi. Perubahan perilaku konsumen, pertumbuhan e-commerce, serta transformasi digital di sektor perdagangan menjadi tantangan sekaligus peluang.
HIPMI Wonosobo diharapkan tidak hanya menjadi wadah jejaring antar pengusaha, tetapi juga aktor aktif dalam menyusun solusi terhadap persoalan ekonomi lokal, termasuk akses pembiayaan dan inovasi produk.
"Kami ingin HIPMI menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang tidak hanya bertumbuh, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas," pungkas Matranto.