Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Klarifikasi Perangkat Desa Grobogan yang Pamer Mobil: Hanya Lucu-lucuan saja

perangkat desa grobogan

GROBOGAN — Unggahan video perangkat desa grobogan yang pamer kendaraan roda empat kini viral dan menjadi sorotan publik, lalu bagaimana tanggapan publik terkait unggahan video ini?


Pasalnya di dalam video yang diunggah perangkat desa grobogan, ia membandingkan gajinya yang kecil hanya sekitar Rp 2 juta dengan mobil yang ditumpanginya sambil melontarkan kalimat bernada menantang kepada warganet yang kerap meremehkan pekerjaan perangkat desa.


Video unggahan perangkat desa grobogan ini tentu menuai banyak kecaman dan kritik dari berbagai pihak, banyak orang yang menilai aksi tersebut arogan dan tidak pantas. 


Berikut ini akan kami ulas kronologi lengkap tentang perangkat desa grobogan yang memamerkan mobil, serta klarifikasinya.


Video berdurasi singkat itu memperlihatkan seorang pria yang diketahui bernama Lopo Aris Wibowo, seorang perangkat desa grobogan, duduk di dalam mobil.


Sambil mengarahkan kamera ke bagian interior mobil dan ke arah pengemudi, ia berkata, "Kalah gaji, menang gaya. Perangkat desa gaji Rp 2 juta, mobilnya kayak gini."


Ia lalu melanjutkan dengan nada menantang, "Bagaimana menurutmu? Yang komentar-komentar di sana mengejek perangkat desa, ini lho mobilnya seperti ini. Mobilmu apa?"


Sontak, video tersebut langsung menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat. Banyak warganet yang merasa tersinggung dengan pernyataan tersebut.


Mereka menilai, meskipun gaji perangkat desa mungkin terbatas, sikap pamer dan arogansi tidak seharusnya ditunjukkan, apalagi oleh seorang abdi masyarakat.


Menyadari video yang dibuatnya menjadi viral dan menimbulkan kegaduhan, perangkat desa grobogan ini segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf.

Dalam klarifikasinya, ia mengakui bahwa video tersebut memang dibuat olehnya. Namun, ia menegaskan bahwa video tersebut tidak memiliki niat untuk pamer atau merendahkan masyarakat.


Perangkat Desa Grobogan juga menjelaskan bahwa mobil yang ada di dalam video tersebut bukanlah miliknya, melainkan milik rekannya sesama perangkat desa yang bernama Dedi.


Lopo menyebutkan bahwa rekannya tersebut memiliki usaha sampingan, yaitu perkebunan tebu, sehingga penghasilannya tidak hanya berasal dari gaji sebagai perangkat desa.


"Saya sama sekali tidak ada niat untuk menantang atau merendahkan masyarakat. Niatnya hanya untuk lucu-lucuan, guyonan. Karena perjalanan kami sekitar setengah jam," ujar Lopo.


Ia mengaku sangat menyesal atas tindakannya dan tidak menyangka video yang awalnya dibuat untuk iseng-iseng itu akan menjadi viral dan menuai banyak komentar negatif. Lopo juga telah dipanggil oleh kepala desa setempat untuk dimintai klarifikasi dan diberi teguran.


Kepala Desa Randurejo, tempat Lopo bekerja, juga turut meminta maaf atas viralnya video tersebut. Ia membenarkan bahwa perangkatnya telah membuat video itu dan kini telah menyesal. Pihak desa telah memberikan sanksi administratif berupa teguran, sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Kasus ini menjadi pengingat bagi para pejabat publik, termasuk perangkat desa grobogan, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Meskipun tujuannya mungkin hanya bercanda, konten yang diunggah bisa saja disalahartikan oleh publik dan menimbulkan persepsi negatif.


Kejadian ini juga kembali menyoroti pentingnya etika dan tanggung jawab moral bagi setiap individu yang mengemban jabatan sebagai pelayan masyarakat.


Lopo Aris berharap masyarakat Indonesia dapat memaafkan kekhilafannya dan ia berjanji akan lebih berhati-hati di masa mendatang.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube