Temanggung — Meski berada dalam musim kemarau, warga Kabupaten Temanggung diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi sepanjang bulan September 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung menyatakan bahwa saat ini wilayahnya mengalami kemarau basah, yakni kondisi musim kemarau yang masih disertai hujan dan angin kencang.
"Kemarau basah ini berpotensi memicu bencana, terutama angin puting beliung. Pada awal September, potensi cuaca ekstrem cukup tinggi," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung, Totok Nuryanto.
Menurutnya, salah satu kejadian terbaru terjadi pada, Minggu 7 September 2025 lalu di Desa Gesing Kecamatan Kandangan. Sebuah pohon alpukat tumbang akibat angin kencang dan menimpa rumah milik warga bernama Sukirman.
Kerusakan terjadi pada atap rumah berukuran 3 x 4 meter, sementara pagar bambu sepanjang 8 meter milik tetangga, Eka Puji, juga rusak akibat peristiwa tersebut.
"Kerugian material ditaksir mencapai Rp3,3 juta, tidak ada korban jiwa atau luka," ungkap Totok.
Cuaca ekstrem juga melanda wilayah Dusun Purwosari, Desa Rowo, Kecamatan Kandangan pada, Senin 25 Agustus 2025 sekitar pukul 05.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada atap rumah milik Bowo Susilo, terutama di area dapur dan kamar mandi. Estimasi kerugian akibat kejadian ini mencapai Rp8 juta.
Tak hanya di Kandangan, bencana juga terjadi di wilayah Kecamatan Pringsurat, tepatnya di lingkungan SDN 3 Tuksongo, Desa Nglorog pada, Rabu pagi 27 Agustus 2025. Tanah longsor yang dipicu hujan deras menyebabkan tembok sekolah sepanjang 10 meter dengan tinggi 2 meter runtuh.
Kerusakan dikategorikan rusak sedang, dengan estimasi kerugian mencapai Rp7,67 juta. Salah satu kebutuhan mendesak yang diidentifikasi BPBD adalah perbaikan saluran drainase untuk mencegah erosi dan longsor susulan.
BPBD Temanggung mengimbau warga, terutama yang tinggal di wilayah terbuka atau padat penduduk, untuk memeriksa kekuatan atap rumah. Banyak kerusakan akibat puting beliung terjadi pada bagian atap yang tidak cukup kuat menghadapi hempasan angin.
"Periksa kekuatan atap rumah, banyak kerusakan akibat puting beliung terjadi di bagian atap," tegas Totok.
Selain mengedukasi warga, BPBD telah menyiapkan personel dan rencana evakuasi cepat bila sewaktu-waktu terjadi situasi darurat.
"Kami sudah siap dan imbauan sudah disampaikan ke masyarakat," pungkasnya.