Wonosobo — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus memperkuat proses kaderisasi melalui program Pendidikan Kader Penggerak Bangsa (PKPB) yang digelar di Pondok Pesantren Nurun ‘Alannur Kapencar, Kecamatan Kertek, Wonosobo, pada 21–23 November 2025. Kegiatan ini menjadi ajang pembekalan bagi para kader dari wilayah Dapil Jateng VI.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi seputar ideologi partai, nilai-nilai keaswajaan, serta strategi politik PKB. Penguatan ideologis ini dinilai penting agar kader mampu memahami arah perjuangan partai sekaligus berperan aktif dalam pergerakan politik di daerah.
Anggota DPR RI Fraksi PKB, Abdullah menjelaskan, bahwa PKPB merupakan jenjang kaderisasi menengah yang menjadi jembatan sebelum peserta naik ke tingkat yang lebih tinggi.
Ia menyebut, pendidikan ini berfungsi menanamkan pondasi ideologi dan pemahaman politik yang selaras dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
"PKPB ini adalah kaderisasi tingkat satu yang wajib diikuti setiap kader PKB. Di sini kita tanamkan ideologisasi, ajaran politik Aswaja, dan prinsip-prinsip dasar pergerakan partai. Jadi tidak hanya sekadar teori, tapi juga penguatan karakter kader," tutur Abdullah.
Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya PKB menciptakan sistem kaderisasi yang lebih terukur dan berkelanjutan di seluruh wilayah.
Menurutnya, konsolidasi ideologi dan politik menjadi bekal penting bagi para kader dalam membaca dinamika dan peta kekuatan politik di tingkat lokal maupun nasional.
"Output dari program ini adalah lahirnya kader PKB yang memahami NU, menguasai nilai-nilai politik PKB, dan tahu betul posisi serta arah gerak partai di kancah politik nasional," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, PKB menargetkan perluasan jangkauan pendidikan kader hingga ke kabupaten dan kecamatan. Tujuannya, agar semakin banyak kader yang siap bergerak bersama mesin politik partai menuju pemilu mendatang.