Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Jaga Kawasan Borobudur, Lakukan Revegetasi Menoreh di Lahan 459 Hektare

Penanaman puluhan ribu pohon di kawasan Menoreh Purworejo Jawa Tengah. (Ari Sunandar/diswayjateng)

PURWOREJO — Upaya konservasi kawasan perbukitan Menoreh di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terus diperkuat melalui program revegetasi Menoreh seluas 459 hektare yang dimulai awal Oktober 2025.


Program ini diapresiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu langkah konkret menangani lahan kritis dan mendukung keberlanjutan kawasan strategis nasional Borobudur.


Penanaman pohon dilakukan oleh PT Tunas Inti Abadi (TIA) dengan total 91.915 batang pohon yang terdiri atas jenis multipurpose tree species (MPTS), seperti alpukat, kelengkeng, dan mangga. Lokasi revegetasi tersebar di 40 desa di enam kecamatan, yaitu Bagelen, Bener, Gebang, Kaligesing, Loano, dan Purworejo.


"Kegiatan revegetasi Menoreh ini sangat sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selain memulihkan lahan kritis, kegiatan ini meningkatkan produktivitas lahan dan ketahanan air," ujar Kepala Bidang Pengolahan DAS dan Konservasi SDA DLHK Jateng, Sugiharto Senin (6/10/2025).


Menurut DLHK Jateng, kawasan Menoreh termasuk dalam lanskap ekologi yang menopang KSPN Borobudur. Presiden RI sebelumnya telah mengeluarkan arahan untuk menjaga kelestarian lingkungan kawasan tersebut sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional.


"Menoreh adalah penyangga ekologis Borobudur. Jika kawasan ini rusak, dampaknya akan terasa langsung pada keberlanjutan fungsi lingkungan dan ekonomi masyarakat," kata Sugiharto.


Revegetasi Menoreh tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, sejak 2021 hingga 2024, PT TIA juga telah melaksanakan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) seluas 520 hektare di empat kecamatan lain melalui pendekatan agroforestri, dengan total 208.000 pohon MPTS yang ditanam.

DLHK Jateng menegaskan bahwa program revegetasi Menoreh tidak cukup berhenti pada penanaman. Kelanjutan berupa pemeliharaan dan integrasi dengan kegiatan sosial-ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program.


"Harapannya, ada kesinambungan hingga ke pengelolaan hasil hutan secara lestari. Perlu kerja sama jangka panjang antara pemerintah, swasta, dan masyarakat," jelas Sugiharto.


Revegetasi Menoreh merupakan bagian dari kewajiban reklamasi PT Tunas Inti Abadi, sebagai kompensasi atas gangguan lahan akibat kegiatan tambang di Kalimantan Selatan. Pemilihan lokasi di Purworejo dilakukan berdasarkan kesesuaian kondisi ekologis dan arahan pemerintah pusat.


"Karena kami mengganggu lahan di Kalimantan Selatan, kami wajib menanam di wilayah lain. Kawasan Menoreh dipilih karena statusnya sebagai area konservasi strategis," ujar Setiaji Triatmaja, perwakilan dari PT TIA.


Setiaji menambahkan bahwa penanaman dilakukan pada lahan milik warga. Oleh sebab itu, jenis tanaman dipilih berdasarkan potensi manfaat langsung bagi masyarakat.


"Kami fokus pada pohon buah agar masyarakat bisa mendapatkan hasil ekonomi dari lahan mereka," katanya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube