Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Jadi Tempat Pembacokan yang Diduga Anggota TNI Hingga Tewas, Cafe Disapuran Diamuk Massa

Ratusan warga Desa Sijambu menggeruduk cafe di Sapuran yang menjadi lokasi pembacokan hingga menewaskan yang diduga anggota TNI Kodim Wonosobo. (Ari Sunandar/diswayjateng)

Wonosobo — Insiden pembacokan Wonosobo yang terjadi di sebuah café di Kecamatan Sapuran pada Minggu dini hari (14/09/2025) memicu kemarahan warga. Peristiwa tersebut menewaskan seorang pria yang diduga anggota TNI Kodim Wonosobo. Warga kemudian merusak dan membakar fasilitas café tempat kejadian.


Kejadian pembacokan Wonosobo berlangsung di Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, sekitar pukul 00.15 WIB. Korban diketahui merupakan warga Desa Sijambu, Kecamatan Kertek, yang disebut-sebut sebagai personel aktif TNI.


Sekitar siang hari pascainsiden, warga yang merupakan kerabat dan tetangga korban mendatangi cafe tempat peristiwa pembacokan Wonosobo. Mereka melempari kaca café dengan batu, mengambil sejumlah fasilitas di dalamnya, dan membakarnya menggunakan ban bekas.


"Intinya warga di sini menuntut keadilan. Pelaku harus segera ditangkap dan diadili," ujar Vreda, warga Desa Sijambu sekaligus saudara korban, kepada media di lokasi.

Aksi massa terjadi secara spontan dan menyebabkan kerusakan pada bangunan serta fasilitas cafe. Tidak ada laporan korban luka dalam aksi tersebut, namun situasi sempat menegang hingga aparat kepolisian datang mengendalikan keadaan.


Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, menyatakan bahwa pihaknya langsung merespons aksi massa yang terjadi di lokasi pembacokan Wonosobo. Polisi menemui warga untuk meredakan ketegangan dan menerima tuntutan mereka.


"Aksi siang ini dari warga, tadi langsung kami temui. Intinya ada beberapa poin, dan kami sepakati, kami akomodir," ujar AKBP Kasim.


Pihak kepolisian menyebutkan bahwa kasus ini sedang dalam proses penyidikan. Sementara, masyarakat berharap pihak berwenang dapat segera mengusut tuntas kejadian ini untuk mencegah potensi konflik yang lebih luas.