Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Cegah Bullying dan Kekerasan di Wonosobo, Safari Sekolah Ramah Anak Diintensifkan

RAMAH ANAK - Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein saat bercengkerama dengan siswa SDN 5 Wonosobo saat program sekolah ramah anak
Senin 3 November 2025 lalu. (dok.).

Wonosobo — Pemkab Wonosobo meluncurkan program Safari Sekolah Ramah Anak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying, intoleransi, serta kekerasan seksual.


Program ini dilaksanakan serentak pada kegiatan upacara bendera di seluruh satuan pendidikan mulai dari SD hingga SLTA di daerah tersebut, Senin 3 November 2025 lalu.


Tahap pertama Safari Sekolah Ramah Anak digelar di sekitar 292 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtida’iyah (MI). Salah satunya di SD Negeri 5 Wonosobo, yang menjadi lokasi kegiatan Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dewan Pendidikan, dan organisasi profesi guru PGRI.


Dalam arahannya, Amir Husein menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak. Ia menilai inisiatif ini merupakan bentuk konkret komitmen pemerintah daerah dalam mendukung tumbuh kembang serta kesejahteraan anak di Wonosobo.


"Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Wonosobo dapat belajar, bermain, dan tumbuh di lingkungan yang aman serta nyaman. Anak-anak adalah bibit generasi bangsa, sehingga kita wajib melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan," kata Amir.


Amir juga menekankan perlunya menjaga integritas dan profesionalisme pendidik dalam penerapan prinsip Sekolah Ramah Anak. Ia mendorong pelibatan aktif para orang tua agar hubungan antara sekolah dan keluarga berjalan selaras demi mendukung pendidikan anak.


"Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Orang tua harus dilibatkan agar komunikasi dengan pihak sekolah baik, sehingga tumbuh kembang anak dapat dioptimalkan," ujarnya.


Pemerintah Kabupaten Wonosobo menargetkan terciptanya sekolah yang bebas dari tiga dosa besar pendidikan: kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan intoleransi.


Dalam kesempatan tersebut, Amir mengajak para siswa untuk berani bersuara jika menjadi korban atau menyaksikan tindakan yang tidak pantas di lingkungan sekolah.

"Anak-anak harus berani bicara kepada guru jika mengalami atau melihat perundungan maupun kekerasan. Jika ada perlakuan yang membuat tidak nyaman, laporkan, jangan diam," tegas Amir.


Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional tentang Sekolah Ramah Anak, yang dicanangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Program ini menekankan upaya preventif terhadap segala bentuk kekerasan dan diskriminasi di sekolah.


Kepala SD Negeri 5 Wonosobo, Rochmat, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Wonosobo menjadikan sekolahnya sebagai lokasi penyelenggaraan Safari Sekolah Ramah Anak.


"Anak-anak kami sangat antusias. Kegiatan ini memotivasi mereka untuk lebih menghargai teman dan menolak segala bentuk kekerasan di sekolah," ujar Rochmat.


Ia menyebut, sekolahnya telah lama menerapkan prinsip Sekolah Ramah Anak melalui berbagai kegiatan, termasuk parenting class dan pembiasaan perilaku positif sehari-hari.


"Konsep ramah anak kami terapkan tidak hanya melalui pembelajaran, tetapi juga dalam keseharian. Kami ingin orang tua memahami pola asuh yang sesuai dengan prinsip ramah anak," imbuhnya.


Kegiatan apel ditutup dengan penampilan siswa SD Negeri 5 Wonosobo yang menyanyikan lagu bertema anti-bullying dan meneriakkan slogan 'SD Negeri 5 Wonosobo Ramah Anak'.


Suasana haru dan semangat meliputi halaman sekolah ketika ratusan siswa menyerukan pesan tentang perdamaian, penghargaan, dan perlindungan terhadap hak anak.


Melalui Safari Sekolah Ramah Anak, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap terbentuk ekosistem pendidikan yang lebih aman, sehat, dan berbudaya menghormati hak anak di seluruh wilayah.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube