Wonosobo — 660 mahasiswa Universitas Sains Alquran (Unsiq) Wonosobo, Jawa Tengah menuntaskan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ke-51, kemarin. Kegiatan itu ditutup dengan Expo KPM dan Anugerah Spesial KPM Award di Gedung Korpri, Wonosobo.
Selama 40 hari, para mahasiswa disebar merata ke 50 desa dan kelurahan di delapan kecamatan Kabupaten Wonosobo. Mereka menjalankan berbagai program tematik berbasis riset sosial.
Mulai dari literasi budaya Islam, verifikasi rumah tidak layak huni (RTLH), pengentasan stunting, ODF (Open Defecation Free) hingga penguatan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Unsiq, Ahmad Khoiri menyampaikan, bahwa KPM kali ini mengusung pendekatan 'Kampus Berdampak Berbasis Riset'.
Program dijalankan bersama mitra strategis seperti Bappeda Wonosobo, Disperkim Provinsi Jateng, Kementerian Kebudayaan RI, hingga Yayasan Al-Fatihah Semarang.
"Kami tidak hanya fokus pada edukasi, tetapi juga aksi nyata. Salah satunya melalui distribusi 5.000 mushaf Alquran ke 50 desa, masing-masing mendapat 100 mushaf dari Yayasan Al-Fatihah," ujar Khoiri, Kamis 4 September 2025.
Selain itu, mahasiswa juga memverifikasi 573 data RTLH melalui aplikasi Simperum milik Disperkim Jateng. Dari jumlah tersebut, 250 data dinyatakan lengkap, sementara sisanya masih dalam tahap pelengkapan.
Di halaman Gedung Korpri, puluhan stan mahasiswa menampilkan hasil karya nyata selama KPM, termasuk inovasi teknologi tepat guna, prototipe ekonomi kreatif, serta produk pengembangan UMKM.
Malam puncak KPM turut diisi penyerahan penghargaan untuk kategori terbaik, meliputi artikel, video profil desa, inovasi, dan penghargaan khusus Spesial KPM Award. Masing-masing pemenang menerima trofi, piagam, dan uang pembinaan dari kampus.
Sementara itu, untuk pemenang terbaik KPM 2025 kategori artikel atau laporan terbaik juara 1 diraih oleh Desa Sumbersari Kecamatan Wadaslintang, juara 2 Desa Purwojati Kecamatab Kertek dan juara 3 Kelurahan Wadaslintang Kecamatan Wadaslintang.
Kemudian untuk kategori video profil terbaik, juara 1 Desa Sindupaten Kecamatan Kertek, juara 2 Kelurahan Wringinanom Kecamatan Kertek dan juara 3 Desa Kaligowong Kecamatan Wadaslintang.
Sementara untuk inovasi teknologi terbaik diraih oleh Desa Erorejo Kecamatan Wadaslintang, juara 2Desa Buntu Kecamatan Kejajar dan juara Desa Gondowulan Kecamatan Kepil.
Untuk spesial KPM Award juara 1 diraih Desa Somogede Kecamatan Wadaslintang, juara 2 Desa Wonorejo Kecamatan Selomerto dan juara 3 Desa Kaliputih Kecamatan Selomerto.
Sementara itu, Rektor Unsiq Jateng, Zaenal Sukawi menegaskan, bahwa KPM adalah pengalaman hidup dan kontribusi sosial nyata mahasiswa, bukan sekadar kewajiban akademik.
"KPM harus menciptakan daya tahan, pertumbuhan, dan dampak perubahan sosial di masyarakat. Ini jadi pijakan awal mahasiswa sebelum lulus dan kembali ke masyarakat sebagai agen perubahan," tuturnya.