Temanggung — Puluhan sekolah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mendapat bantuan dana revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening masing-masing sekolah dan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung, Agus Sujarwo mengatakan, bahwa pada tahun anggaran 2025 ini, revitalisasi dilakukan terhadap 6 PAUD, 12 SD, dan 10 SMP.
"Tahun ini ada perbaikan atau revitalisasi sekolah, meski tidak banyak," ujar Agus.
Menurut Agus, besaran dana revitalisasi sekolah yang diterima berbeda-beda, tergantung pada tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing sekolah. Beberapa sekolah hanya mendapat anggaran untuk memperbaiki satu ruang, seperti toilet, ruang kelas, atau perpustakaan, dengan kisaran biaya sekitar Rp200 juta per lokal.
Namun, untuk sekolah dengan kondisi kerusakan berat, seperti SMP Negeri 3 Bulu, pemerintah mengalokasikan dana jauh lebih besar, yakni hingga Rp3 miliar.
"Karena kondisinya cukup parah. Jadi perbaikannya perlu dana yang banyak untuk SMPN 3 Bulu," jelas Agus.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas, seperti ruang kelas, ruang guru, ruang TU, dan kamar mandi.
Selain dana dari Kemendikdasmen, Pemkab Temanggung juga mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung perbaikan sekolah, khususnya yang terdampak bencana alam.
Agus mencontohkan SMPN 2 Kandangan dan SD di Desa Ngropoh, yang bangunannya terdampak longsor dan memerlukan penanganan cepat agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih luas.
"Kalau tidak segera ditangani, kerusakan bisa meluas dan menggerus bangunan lain,” tegasnya.
Agus Sujarwo berharap revitalisasi sekolah ini dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, yang pada akhirnya berdampak pada kenyamanan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.
"Kalau kondisi sekolah baik, kan siswa jadi nyaman dan aman saat belajar," ujarnya.