SALATIGA — Penyiraman tahap kedua pilot project penanaman padi kering dan sorgum di BBI Pulutan, menunjukkan perkembangan mengembirakan.
Program percontohan yang telah memasuki hari ke-10 ini menunjukkan tunas-tunas padi dan sorgum mulai bermunculan.
Sementara, lokasi Program percontohan/ Pilot project penanaman padi kering dan sorgum menjadi area uji coba penggunaan pupuk organik dan pupuk biometa untuk mendorong percepatan pertumbuhan tanaman dengan luasan sekitar 300 meter persegi.
Ditanami kurang lebih 2.700 titik benih padi, hasilnya menandakan proses pertumbuhan berjalan sesuai rencana.
"Jika berhasil, model penanaman tersebut diperkirakan mampu menghasilkan hingga setengah ton beras dalam satu siklus tanam 90–96 hari," kata Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., saat meninjau langsung, Senin 24 November 2025.
Selain padi, lanjut dia, sorgum juga dikembangkan sebagai alternatif sumber karbohidrat dengan masa panen yang relatif sama.
Pemerintah Kota Salatiga terus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan daerah melalui inovasi pertanian lahan kering.
Wali Kota menyampaikan bahwa program ini memiliki prospek besar dalam mendukung swasembada pangan daerah.
"Dalam 10 hari sudah timbul tunas-tunas dan dilakukan penyemprotan pupuk organik serta pupuk biometa. Kita harapkan dalam 90 sampai 96 hari kita bisa panen. Bayangkan jika setiap rumah di Salatiga menanam padi seperti ini. Kita bisa kuat dalam ketahanan pangan tanpa bergantung pada sawah dan irigasi besar," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sorgum juga diproyeksikan menjadi komoditas alternatif yang tak kalah penting.
Sorgum ini sumber karbohidrat yang baik, seratnya tinggi, dan bisa menjadi pengganti beras.
"Kami berharap pilot project padi dan sorgum ini berhasil sehingga Salatiga bisa menjadi penyangga ketahanan pangan, baik untuk kebutuhan sendiri maupun Jawa Tengah," pungkas dia.
Dengan perkembangan positif ini, Pemkot Salatiga berencana memperluas model penanaman padi kering dan sorgum ke wilayah lain, sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri.
Robby menegaskan, kehadiran program ini diharapkan mampu membangun ekosistem pertanian modern, efisien, dan berkelanjutan di Kota Salatiga.