SALATIGA — Mengusung keranda, pocongan hingga uang monopoli puluhan Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Yayasan UKSW yang berujung pembakaran Pakta Integritas, Selasa 22 Juli 2025.
Kompak serba hitam, para mahasiswa kembali menuntut dicabutnya mandat terdapat Prof Intyas Utami sebagai Rektor UKSW.
Dari pantauan, para mahasiswa mendatangi Kantor Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) di Jalan Diponegoro Salatiga dengan mengusung keranda pocongan hingga menyebarkan uang palsu tepat di halaman parkir kantor yayasan.
Tak sekedar itu, mereka juga menempelkan selembar kertas di sejumlah titik seperti kaca, jendala, pintu pilar kantor yayasan hingga mobil yang terparkir dengan tulisan "Tolong ! !! Lepaskan Kami Dari Pemimpin Yang Jahat"
Para mahasiswa ini juga tak luput menaburkan uang palsu yakni uang monopoli didepan keranda terselubung kain hitam.
Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas (SMU) UKSW Tri Aprivander Waruwu, mengatakan keranda hingga pocong adalah sambol matinya keadilan dan kebenaran di UKSW.
"Kami meminta agar dua aspek itu benar-benar diwujudkan di Kampus UKSW. Kami ingin kebenaran dan keadilan dapat diwujudkan kembali," ujarnya.
Sementara, uang monopoli sebagai simbol tidak ada kepentingan atau konflik interes ketika pengambilan keputusan. Serta, menuntut adanya transparansi anggaran di Kampus UKSW yang diaudit oleh Auditor Internasional.
Ia mengungkapkan, aksi mahasiswa kali ini adalah aksi solidaritas menagih janji Rektorat UKSW.
"Aksi ini adalah aksi penagih janji yang sudah kami interpretasi sejak tanggal 4 Juni lalu sekaligus sebagai sebuah alasan kami masih bertahan dengan tuntutan kami," ungkap Vander.
Mahasiswa UKSW, lanjut dia, sebenarnya mendukung gerakan moral yang nantinya berdampak pada Rapat Pleno pengurus dan Pembina Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW).
Sehingga, mereka berharap ada kebijakan yang bijaksana serta ada kepentingan mahasiswa yang diakomodir dalam putusan Rapat Pleno pengurus dan Pembina YPTKSW.
"Kami meminta mandat Rektor segera ditarik. Karena itu bentuk keresahan dan kemarahan kami, sejak tanggal 2 Mei hingga saat ini belum tuntas dan belum tertunaikan," tandasnya.
Para pengunjung rasa ini pada akhirnya, menuntut agar hasil Rapat Pleno YPTKSW dapat diumumkan dan disampaikan kepada seluruh penghuni Kampus UKSW khusus mahasiswa.
Di ujung aksi, para mahasiswa membakar lembaran Pakta Integritas. Diawali oleh Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) UKSW, Armando Nistelrooy Takuneno membakar lembaran Pakta Integritas di depan keranda.
Ia menilai, munculnya Pakta Integritas memunculkan kebingungan mahasiswa.
"Mana yang lebih tinggi kedudukannya Pakta Integritas atau nilai-nilai yang ada di Satya Wacana," teriaknya.