Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Gaet 34 Investor, Jawa Tengah Diguyur Investasi Rp5 Triliun

INVESTASI - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari meninjau stand CJIBF di Ballroom Hotel Padma
Semarang
Selasa 4 November 2025. (dok.)

SEMARANG — Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 kembali mencatat hasil positif. Sebanyak 34 pelaku usaha menyatakan komitmen untuk menanamkan investasi di Jawa Tengah dengan nilai total mencapai Rp 5 triliun.


Para investor tersebut telah menanda tangani nota kesepahaman (MoU) dan saat ini tengah membahas tindak lanjut kerja sama dengan daerah tujuan investasi masing-masing.


“CJIBF ini sudah rutin kita gelar, dan hari ini dilakukan beberapa MoU yang menunjukkan minat investasi di wilayah Jawa Tengah,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai membuka CJIBF di Ballroom Hotel Padma, Semarang, Selasa 4 November 2025.


Forum investasi tahunan ini digelar oleh Pemprov Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah. Tahun ini, CJIBF mengusung tema “Promoting Central Java’s Investment Opportunity in Renewable Energy and Downstream Food Industry”, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan.


“Hari ini topiknya tentang bagaimana menciptakan ekonomi terbarukan dan produk-produk yang terintegrasi. CJIBF diikuti perwakilan dari sejumlah kedutaan besar, seperti Pakistan dan Zimbabwe, para investor, serta kepala daerah. Lengkap,” imbuh Luthfi.


Ia menegaskan, investasi merupakan kekuatan utama pembangunan daerah. Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp 66,13 triliun, yang masih didominasi penanaman modal asing (PMA).


Melalui CJIBF, Pemprov berharap semakin banyak investor tertarik berinvestasi di sektor ekonomi hijau dan energi baru terbarukan, guna mendorong penciptaan lapangan kerja serta menekan angka kemiskinan.


“Jawa Tengah harus tumbuh dengan investasi, terutama ekonomi hijau dan terbarukan. Itu prioritas utama agar provinsi ini lebih berdaya guna di masa depan,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari menyebutkan, sebanyak 34 pelaku usaha akan melakukan one on one meeting dengan para bupati dan wali kota. Pertemuan ini difokuskan pada sektor hilirisasi pertanian, perikanan, energi terbarukan, pengolahan sampah, dan pariwisata.


“Mereka tertarik setelah mengikuti rangkaian kegiatan CJIBF 2025. Total nilai investasinya mencapai sekitar Rp 5 triliun,” jelas Sakina.

Dari pihak Bank Indonesia, Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah Rahmat Dwi Saputra menambahkan, CJIBF menjadi bentuk kolaborasi strategis antara BI dan Pemprov Jateng untuk menarik investasi berkualitas.


Acara ini juga menjadi puncak selebrasi Investment Challenge 2025, yang menghasilkan empat pemenang proposal investasi daerah:


1. Kabupaten Grobogan – Pemanfaatan Limbah Pertanian menjadi Biomassa (Juara 1)


2. Kabupaten Demak – Pengolahan Sampah menjadi RDF (Juara 2)


3. Kabupaten Brebes – Pergudangan dan Industri Pengolahan Garam (Juara 3)


4. Kabupaten Pati – Pengolahan Sampah menjadi RDF (Juara 4)


“Empat kabupaten itu layak diapresiasi karena sejalan dengan visi ekonomi hijau dan sirkular. Jawa Tengah sebagai penopang pangan dan industri nasional harus terus mendorong integrasi antara dua sektor tersebut,” ujar Rahmat.


Menurutnya, CJIBF terbukti efektif meningkatkan arus investasi ke Jawa Tengah. Forum ini menjadi ajang business matching antara investor dengan pemerintah daerah maupun antar pelaku usaha.


“Tahun ini jumlah dan nilai investasinya meningkat. CJIBF semakin menjadi jembatan strategis bagi tumbuhnya investasi di Jawa Tengah,” pungkas Rahmat.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube