Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

32 Pasien Berbagai Daerah Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Soedirman Kebumen

Bupati Kebumen Lilis Suryani saat melihat proses operasi bibir sumbing di RSUD dr. Soedirman Kebumen. (Diskominfo Kebumen)

Kebumen — Sebanyak 32 pasien bibir sumbing dan langit-langit dari berbagai daerah di Jawa Tengah menjalani operasi gratis dalam kegiatan bakti sosial yang digelar di RSUD dr. Soedirman Kebumen.


Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan PPKB Kebumen, Pemerintah Kabupaten Kebumen, serta Yayasan Permatasari Semarang, yang bertujuan menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, khususnya anak-anak dengan kondisi bibir sumbing.


Direktur RSUD dr. Soedirman, dr. Arif Komedi menjelaskan, bahwa rumah sakit berperan sebagai penyedia fasilitas dan ruang operasi.


"Kami menyediakan tempat dan perawatan pascaoperasi. Total pasien yang ditangani hari ini ada 32 orang," ujar dr. Arif.


Operasi ini telah dimulai sejak Jumat, dan mayoritas pasien merupakan anak-anak dari berbagai kecamatan di Kebumen seperti Adimulyo, Alian, Bonorowo, Karanggayam, Karangsambung, hingga Puring. Beberapa pasien juga datang dari luar daerah seperti Purworejo, Cilacap, dan Wonosobo.


Kepala Dinkes PPKB Kebumen, dr. Iwan Danardono menegaskan, bahwa operasi ini bukan hanya menyembuhkan kondisi fisik pasien, tetapi juga bertujuan mengembalikan kepercayaan diri dan kualitas hidup mereka.


"Kita ingin mereka bisa kembali tersenyum, berinteraksi dengan masyarakat, dan memiliki masa depan yang lebih baik," tegasnya.


Salah satu cerita paling mengharukan datang dari Lestari, guru konseling sekaligus pengelola Panti Putra Mandiri Pejagoan. Ia membawa seorang anak asuh dari Cilacap, yang mengalami perundungan karena kondisi fisiknya.

"Anak ini dibully terus, sampai tidak mau sekolah. Setelah saya rawat di panti, dia mulai berani sekolah lagi. Kini, dia juga bersedia dioperasi," ungkap Lestari dengan mata berkaca.


Lestari menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Yayasan Permatasari dan RSUD Soedirman, yang telah memberikan harapan baru bagi anak-anak seperti mereka.


Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa aksi sosial ini mencerminkan nilai kasih sayang dan solidaritas di tengah masyarakat.


"Kesehatan bukan sekadar bebas dari penyakit. Ini tentang bagaimana seseorang bisa tumbuh bahagia, bisa tersenyum dengan percaya diri, dan menjalani hidup yang layak," ucap Bupati Lilis.


Acara pelepasan pasien secara simbolis dilakukan oleh Bupati Lilis didampingi Ketua Yayasan Permatasari, Dr. Ir. Endang Sri Sarastri, bersama sejumlah pejabat Pemkab Kebumen.


Ketua Yayasan Permatasari, Dr. Endang Sri Sarastri menekankan, bahwa bibir sumbing dapat dicegah, terutama dengan memperhatikan asupan gizi ibu hamil pada trimester pertama.


"Kekurangan gizi di awal kehamilan menjadi salah satu penyebab utama. Karena itu, edukasi gizi harus dimulai sejak dini, khususnya untuk pengantin baru," paparnya.


Ia juga mengapresiasi antusiasme para kepala Puskesmas di Kebumen, yang secara aktif mengirimkan pasien ke kegiatan ini.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube