KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus mulai menyediakan stasiun pengisian listrik umum (SPLU) untuk becak listrik bantuan presiden.
Stasiun isi daya ini disediakan untuk memfasilitasi para tukang becak melakukan pengisian daya listrik secara gratis di tempat umum.
Peluncuran stasiun pengisian daya dibuka perdana di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus sejak Sabtu (15/11/2025).
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Mundir menyampaikan, stasiun pengisian daya ini dapat dimanfaatkan oleh tukang becak secara gratis.
"Sesuai instruksi Bupati Kudus, semua OPD diminta untuk menyediakan stasiun charger untuk becak listrik secara gratis," kata Mundir.
Stasiun isi daya ini, kata dia, bisa difungsikan untuk para tukang becak listrik ketika kehabisan daya dalam perjalanan.
Mundir mengungkapkan, ada tiga colokan untuk pengisian becak listrik yang stand by setiap hari selama 24 jam.
"Jadi sekali charge, bisa menampung tiga becak listrik sekaligus," ujarnya.
Tak hanya dikhususkan di Dishub Kudus, instruksi penyediaan stasiun pengisian daya ini juga diimbau ke seluruh OPD.
Untuk mengisi daya, lanjutnya, tukang becak tinggal menuju lokasi Kantor Dishub Kudus dan akan mendapat layanan pengisian daya.
Becak berkapasitas 110 kilogram ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 15 kilometer per jam dan tajakan 10 derajat.
Becak listrik dilengkapi mesin motor elektrik BLDC dengan daya 48 volt dengan muatan listrik 22 ampere sehingga bisa tahan selama enam jam.
Dia berharap, setelah stasiun isi daya (charger station, red) ini dibuka, juga diikuti oleh OPD lain agar menyediakan stasiun pengisian di masing-masing kantor dinasnya.
"Kami pasang stasiun pengisian hari ini, bisa digunakan oleh tukang becak mulai besok, semoga bisa ikuti OPD lainnya," harapnya.
Dengan adanya stasiun pengisian daya ini, dia berharap para tukang becak di Kudus dapat memanfaatkan layanan gratis ini dengan maksimal.
Becak Listrik Hidupkan Transportasi Tradisional
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) menyerahkan bantuan 80 unit becak listrik kepada Pemerintah Kabupaten Kudus.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (12/11/2025). Bantuan diterima oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris untuk kemudian disalurkan kepada para penerima manfaat.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap para penarik becak kayu yang sebagian besar telah berusia lanjut, agar mereka tetap dapat bekerja dengan lebih ringan, aman, dan berdaya saing.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus dan mewakili masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatiannya kepada masyarakat Kabupaten Kudus. Semoga bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat, terutama para driver becak,” ujar Bupati Sam’ani.
Bupati menegaskan, Pemkab Kudus melalui Dinas Perhubungan akan melakukan pendataan, pemeliharaan, serta menyiapkan stasiun pengisian daya gratis untuk mendukung operasional becak listrik tersebut.
“Apabila kondisi becak kurang baik, bisa dibawa ke Dinas Perhubungan untuk diperbaiki. Ini bentuk tanggung jawab kami atas bantuan yang diberikan,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap becak listrik akan diberi nomor inventarisasi untuk memudahkan pelacakan dan pengawasan agar bantuan tidak dipindahtangankan.
Selain itu, Pemkab Kudus juga akan bekerja sama dengan aplikasi Zendo dan komunitas Sedekah Rombongan untuk pengembangan layanan becak listrik wisata di sekitar kota Kudus.
“Becak ini nantinya bisa dimodifikasi, bahkan diberi sabuk pengaman. Kecepatannya maksimal 20 km per jam, jangan banter-banter ya, Pak,” seloroh Samani yang disambut tawa para pengemudi becak.
Pihaknya berharap keberadaan becak listrik mampu menghidupkan kembali transportasi tradisional sekaligus menjadi daya tarik wisata baru di Kudus.