Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Jalan Utama Kaliwiro - Lamuk Amblas Akibat Pergerakan Tanah, Akses Warga Terancam Terputus

Tim gabungan melakukan asessment jalan amblas di wilayah Kecamatan Kaliwiro.

Wonosobo — Pergerakan tanah Kaliwiro di Dusun Reban, Desa Lamuk, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Jalan utama Kaliwiro - Lamuk via Tanjunganom - Gambaran kini amblas hingga hampir separuh badan jalan, membuat lalu lintas warga terganggu dan mengancam terputusnya jalur vital antarwilayah.


Menurut Kepala Dusun Reban, aktivitas pergerakan tanah Kaliwiro mulai terpantau kembali sejak awal Oktober 2025. Kondisi ini dipicu meningkatnya intensitas hujan di wilayah Wonosobo bagian selatan. Jalan yang sebelumnya sempat diperbaiki pada November 2024 menggunakan bronjong dan timbunan sirtu kini kembali rusak akibat tekanan tanah yang terus bergerak.


"Bronjong dan timbunan sudah rusak, tanah kembali amblas. Kini jalan tinggal separuh dan kondisinya miring. Kami khawatir kalau hujan terus turun, jalan bisa benar-benar putus," ujar Kepala Dusun Reban, Rabu (29/10/2025).


Kerusakan di titik pergerakan tanah Kaliwiro tersebut menjadi persoalan serius karena jalan utama ini merupakan satu-satunya akses penghubung masyarakat Dusun Reban dengan pusat Kecamatan Kaliwiro.


Jalur ini dipergunakan untuk kegiatan ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta akses pendidikan. Hingga kini tidak tersedia jalur alternatif yang dapat dilalui kendaraan roda empat.


Koordinator RPB SAR Kaliwiro, Habib mengatakan, bahwa kondisi jalan akibat pergerakan tanah Kaliwiro kini semakin mengkhawatirkan. Mobil kecil masih bisa melintas, namun harus dengan sangat hati-hati.

"Kendaraan besar tidak kami ijinkan lewat. Kondisi badan jalan sangat rawan," ujarnya.


Tim gabungan dari RPB SAR Kaliwiro, Pemerintah Kecamatan Kaliwiro, Polsek, Koramil, dan Pemerintah Desa Lamuk telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Mereka juga memberikan imbauan kepada warga agar berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari.


"Lokasi jalan ini tidak memiliki penerangan. Kami khawatir jika pengendara melintas malam tanpa mengetahui kondisi jalan yang sudah amblas separuh," tutur salah satu anggota tim gabungan.


Sebagai langkah darurat, tim rencananya akan memasang rambu peringatan dan melakukan penimbunan sementara secara gotong royong.


Namun, penanganan permanen terhadap pergerakan tanah Kaliwiro masih menunggu tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo, mengingat potensi tanah gerak diprediksi terus berlangsung selama musim hujan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube