Sariawan? Kenali Penyebab Gejala dan Pengobatannya

kenali penyebab gejala pada sariawa
kenali penyebab gejala pada sariawa

DISWAY JATENG – Sariawan bisa mengenai siapa saja. maka dari itu harus kenali penyebab, gejalanya. Selain itu sariawan adalah luka peradangan pada bibir dan di dalam mulut. Luka peradangan ini dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman.

Sariawan dapat terasa terganggu saat penderita sedang makan, minum dan berbicara. Penyakit ini tidak menular, tetapi sebaiknya tidak dianggap remeh begitu saja. Sariawan umumnya akan hilang dalam beberapa hari minggu.

Dalam kondisi ini sebenarnya normal dan bisa menimpah siapa saja. Namun, sebaiknya waspada dengan luka sariawan yang terlihat tidak wajar dan terlalu sering muncul. Luka peradangan pada mulut yang muncul merupakan gejala dari kondisi lain yang lebih serius, misalnya kangker mulut.

Maka sariawan yang muncul bisa berjumlah satu atau lebih. Mari kita kenali penyebab, gejala dan cara pengatasi.

Penyebab sariawan

Luka sariawan juga bisa muncul akibat kerusakan pada slaput lendir pada rongga mulut. Selain itu ada beberapa yang menyebabkan sariawan, antaralain:

1. Cedera atau kerusakan pada lapisan dalam mulut yang biasanya terjadi karena bibir tergigit secara tidak sengaja. Dengan gigi yang terlalu tajam, memakai kawat gigi atau mengunyah makanan yang keras.

2. Kondidi medis tertentu, misalnya kekurangan vitamin, kekurangan zat besi atau vitamin B12, serta melemahnya sistem imunitas dan muncul infeksi.

3. Efek samping obat, sariawan juga bisa muncul sebagi efek samping dari komsumsi obat-obatan tertentu.

4. Mengonsumsi makanan yang terlalu pedas dan berminyak. Selain itu, minuman tertentu juga bia memicu luka sariawan seperti kopi.

5. Perubahan hormon pada wanita sariawan rentan menyerang selama periodeminstuasi. Sariawan juga bisa saja muncul akibat seseorang terlalu merasa tertekan, gelisah atau stres.

Faktor risiko sariawan

Ada beberapa faktor yang bisa memicu timbulnya masalah mulut tersebut. Seperti:

1. Kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik

2. Penggunaan gigi palsu dengan ukuran yang tidak pas dan tidak bersihkan secara teratur

3. Kekurangan vitamin B dan zat besi

4. Konsumsi antibiotik

5. Menggunakan obat-obatan yang bisa menurunkan produksi air liur

6. Mengidap penyakit diabetes

7. Sistem kekebalan tubuh yang menurun

8. Kebiasaan merokok

9. Menjalankan pengobatan kemoterapi

Gejala sariawan

Sariawan tidak akan langsung terasa, akan tetapi berkembang secara perlahandengan gejala sebagai berikut:

1. Sensesi terbaik pada lidah

2. Bagian dalam mulut dan tenggorokan berwarna merah

3. Rasa tak nyaman saat menelan

4. Muncul warna kemerahan danrasa nyeri pada bagian mulut yang terdapat gigi palsu

5. Rasa tidak nyaman dalam mulut

6. Luka berwarna putih yang muncul pada lidah

7. Pendarahan ringan yang terjadi saat tergores

Pengobatan sariawan

Luka sariawan biasanya bisa sembuh dengan sendirinya selama kurang lebih dua minggu. Billa penyebab sariawan temukan, dokter bisa memberikan pengobatan untuk mengatasi penyebab tersebut.

Jika sariawan yang sebabkan oleh infeksi jamur, obat-obatan anti jamur bisaberikan. Selain itu menggunakan obat jamur dalam bentuk gel, obat kumur atau tablet

Berikut cara untuk membantu meringankan rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan sariawan.

1. Hindari minuman atau makanan panas, serta makanan yang asin, pedas dan asam untum sementara

2. Minum obat penghilang rasa sakit

3. Kurangi kebiasaan merokok

4. Senantiasa menjaga kebersihan gigi dan mulut

5. Berkumur-kumur dengan air dingin atau makan es krim bila mengalami sensaqi terbakar pada dalam mulut.

Pencegahan sariawan

Penyakit sariawan dapat mencegahnya dengan langka-langkah berikut:

1. Berhenti merokok

2. Membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss atau benang gig

3. Merawat danmemeriksa kondidi mulut ke dokter gigi

4. Menjaga ebersihan muluti

5. Membatasi konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi

6. Merawat dan menjaga kebersihan gigi palsu

Itulah penyabab, faktor, gelaja dan penyagahan terhadap penyakit sariawan yang siapapun bisa mengalami. (*)