Penjelasan Singkat Hari Raya Waisak: Kelahiran Pangeran Siddharta, Pencapaian Penerangan, dan Wafatnya Buddha Gautama

Gambar Ilustrasi Hari Waisak 2023
Gambar Ilustrasi Hari Waisak 2023

DISWAY JATENG = Waisak merupakan salah satu perayaan penting dalam agama Buddha yang memperingati tiga peristiwa besar dalam kehidupan Sang Buddha Gautama. Yaitu kelahiran Pangeran Siddharta, pencerahan Siddharta sebagai Buddha-Gaya, dan wafatnya Gautama.

Setiap tahun, umat Buddha pada seluruh dunia merayakan Hari Waisak dengan penghormatan dan refleksi yang mendalam. Waisak juga terkenal dengan nama Vesak, Vesakha, atau Visakah Puja. Juga merupakan perayaan yang penuh makna dan keheningan.

Dalam bahasa Pali, Waisak berasal dari kata Visakha yang berarti Purnama atau Bulan Penuh. Purnama pada bulan Vesak atau Visakha menandai perayaan ini.

BACA JUGA: Makin Dekat Candi Borobudur, 32 Biksu Thudong Tiba di Kota Semarang

Biasanya jatuh pada bulan April atau Mei dalam penanggalan Gregorian. Waisak juga memiliki arti sebagai perayaan cahaya dan kehidupan, serta simbolisasi pembebasan dari penderitaan dan kegelapan.

Hari Waisak merayakan kelahiran Siddharta Gautama, yang kemudian terkenal sebagai Sang Buddha. Menurut tradisi, Siddharta lahir pada malam Purnama berada pada bawah pohon Bodhi di Lumbini, Nepal pada abad ke-6 SM.

Sang Buddha lahir dari keluarga kerajaan dan hidup dalam kemewahan. Namun pada usia 29 tahun, Ia meninggalkan kehidupan istana untuk mencari makna dan solusi atas penderitaan manusia.

Pada usia 35 tahun, Siddharta Gautama mencapai pencerahan dalam bawah pohon Bodhi di Bodhgaya, India. Ia berhasil mencapai keadaan spiritual yang terkenal Nirwana, yang merupakan keadaan bebas dari kelahiran kembali (reinkarnasi) dan penderitaan.

Pencerahan Sang Buddha menghasilkan Dharma, ajaran pokok agama Buddha yang menjadi landasan bagi praktik dan pemahaman umat Buddha hingga saat ini.

Selain kelahiran dan pencerahan, Hari Waisak juga memperingati wafatnya Sang Buddha Gautama. Setelah hidup sebagai seorang guru spiritual dan menyebarkan ajarannya ke berbagai wilayah,

Sang Buddha wafat pada usia 80 tahun pada Kusinara, India. Wafatnya Sang Buddha tidak terpandang sebagai akhir hidupnya. Melainkan sebagai pembebasan dari siklus kelahiran kembali dan penderitaan.

Sejarah singkat mengenai Hari Waisak

Perayaan Hari Waisak biasanya dimulai dengan kegiatan keagamaan seperti persembahyangan, meditasi, dan ceramah agama.

Umat Buddha mengenakan pakaian putih sebagai tanda kesucian dan kedamaian. Mereka juga membawa bunga, dupa, dan lampu-lampu untuk dinyalakan sebagai simbol cahaya dan pencerahan.

Salah satu tradisi yang populer dalam perayaan Waisak adalah pindapata atau pemberian makanan kepada para biksu.

Umat Buddha berkumpul dalam vihara atau kuil untuk memberikan makanan kepada para biksu sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian. Hal ini mengingatkan umat Buddha akan pentingnya kebaikan, kedermawanan, dan berbagi rezeki kepada sesama.

Dalam beberapa negara, seperti Thailand, Sri Lanka, dan Indonesia, perayaan Hari Waisak juga terhiasi dengan prosesi obor yang indah dan pawai budaya.

BACA JUGA: 32 Biksu Thailand Mampir ke Kota Tegal

Ratusan obor menyala dan dalam area sepanjang jalan. Hal ini menciptakan suasana magis yang memukau. Pawai ini juga melibatkan ribuan umat Buddha yang mengenakan pakaian tradisional dan membawa bendera serta patung-patung Buddha.

Selain itu, Hari Waisak juga menjadi momen penting bagi umat Buddha untuk merenungkan ajaran-ajaran Sang Buddha Gautama dan meningkatkan kesadaran diri.

Mereka merenungkan konsep-konsep seperti Keempat Kebenaran Mulia, Jalan Tengah, dan Noble Eightfold Path, yang merupakan dasar praktik spiritual dalam agama Buddha.

Dalam ajaran Buddha, Waisak bukan hanya sekadar perayaan sejarah atau tradisi, tetapi juga ajang untuk merefleksikan ajaran-ajaran agama dan mengembangkan kualitas diri.

Umat Buddha berusaha mengikuti jalan yang diajarkan oleh Sang Buddha untuk mencapai pencerahan dan mencapai kehidupan yang lebih bermakna.

Maka kesimpulannya Hari Waisak merupakan perayaan yang penting dan penuh makna bagi umat Buddha dalam seluruh dunia.

Melalui peringatan kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha Gautama, umat Buddha menghormati dan merayakan ajaran-ajaran agama Buddha serta menghidupkan nilai-nilai kesejahteraan, kedamaian, dan kedermawanan.

Hari Waisak juga mengingatkan akan pentingnya mencari makna dan pembebasan dari penderitaan, serta menjalani kehidupan yang penuh cahaya dan pencerahan.

Itulah artikel singkat tentang sejarah waisak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.(*)